JAKARTA - Ekspor Toyota dari Jepang ke Timur Tengah anjlok tajam pada April. Konflik regional membuat perdagangan ke kawasan itu ikut tertekan.
Dikutip dari Xinhua, Kamis, 28 Mei, Toyota Motor Corp. melaporkan ekspor ke Timur Tengah hanya 2.418 unit pada April. Angka itu turun 91,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ekspor ini jauh lebih dalam dibanding penjualan Toyota di kawasan tersebut. Penjualan Toyota di Timur Tengah turun 33,7 persen menjadi 31.360 unit.
Secara global, penjualan Toyota juga melemah. Pada April, penjualan produsen mobil terbesar dunia berdasarkan volume itu turun 3,1 persen menjadi 849.306 kendaraan.
Ini menjadi penurunan bulan ketiga berturut-turut.
Namun, sisi produksi masih positif. Produksi global Toyota naik 2 persen menjadi 831.971 unit. Angka itu menjadi rekor tertinggi untuk bulan April.
BACA JUGA:
Penjualan luar negeri Toyota turun 7,5 persen menjadi 699.382 unit. Di Amerika Serikat, penjualan melemah 4,6 persen menjadi 222.378 kendaraan.
Sebaliknya, pasar domestik Jepang justru menguat. Penjualan Toyota di Jepang melonjak 24,2 persen menjadi 149.924 unit.
Kenaikan itu ditopang konsumen yang sebelumnya menunda pembelian menjelang penghapusan pajak kinerja lingkungan pada akhir Maret.
Dari sisi produksi, output Toyota di luar Jepang tumbuh 3,8 persen menjadi 567.578 unit. Produksi domestik turun tipis 1,7 persen menjadi 264.393 unit.
Data April menunjukkan tekanan Toyota paling berat terjadi di Timur Tengah. Di saat yang sama, pasar Jepang masih menjadi penopang ketika penjualan global melemah.