Bagikan:

JAKARTA - Geely resmi memperkenalkan pembaruan untuk sedan Geely Galaxy A7 di China, kini tersedia dalam pilihan powertrain listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Untuk varian paling dasar, mobil ini dibanderol mulai 97.800 yuan atau setara Rp247 jutaan.

Melansir Carnewschina, Kamis, 23 April, model Galaxy A7 sendiri pertama kali hadir di pasar domestik pada Agustus 2025 sebagai sedan PHEV dengan harga terjangkau. Berdasarkan data China EV DataTracker, Geely berhasil mengirimkan 15.230 unit ke konsumen sepanjang kuartal pertama 2026.

Namun, angka tersebut turun 59,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Pembaruan ini pun menjadi langkah strategis untuk kembali mendongkrak penjualan.

Kini, Galaxy A7 hadir dengan dua karakter berbeda. Versi plug-in hybrid tampil lebih agresif lewat desain bumper depan dengan intake udara aktif berukuran besar serta sentuhan krom dekoratif.

Elemen krom juga terlihat lebih menonjol di bagian lampu belakang. Sementara itu, varian listrik murni mengusung pendekatan desain yang lebih sederhana dan bersih.

Secara dimensi, Galaxy A7 EV memiliki ukuran 4.935 mm panjang, 1.905 mm lebar, dan 1.500 mm tinggi dengan jarak sumbu roda 2.845 mm. Dimensi ini membuatnya sedikit lebih panjang 17 mm dan lebih tinggi 5 mm dibandingkan versi PHEV.

Namun, ground clearance versi listrik lebih rendah di angka 125 mm, atau 20 mm lebih rendah dari varian hybrid. Masuk ke kabin, kedua versi menawarkan tata letak yang serupa.

Layar sentuh berukuran 14,6 inci menjadi pusat kontrol, didukung sistem operasi Flyme Auto 2 yang terintegrasi dengan perangkat Meizu. Perlu diingat, Geely telah mengakuisisi saham mayoritas Meizu sejak Juli 2022.

Namun, produsen tersebut mengumumkan penghentian pengembangan dan produksi smartphone pada Februari 2026, yang berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi Geely. Interiornya juga dilengkapi setir model D-cut dua palang, panel instrumen digital tipis, serta tuas transmisi di belakang kemudi.

Di bagian tengah, terdapat wireless charging 50W, tombol fisik, serta ruang penyimpanan tersembunyi. Kursi depan sudah mendukung fitur pemanas dan ventilasi untuk kenyamanan ekstra. Untuk kapasitas bagasi, versi listrik sedikit unggul dengan volume 547 liter, sementara varian PHEV menawarkan 535 liter.

Keduanya dilengkapi sistem audio Flyme Sound dengan total 16 speaker. Pada sektor dapur pacu, Galaxy A7 EM (PHEV) mengusung mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated empat silinder dengan tenaga 82 kW atau 110 hp.

Di mana, mengedepankan efisiensi termal tinggi hingga lebih dari 47 persen, berkat dukungan sistem Geely EM Hybrid 2.0 berbasis AI. Mesin tersebut dipadukan dengan sistem penggerak listrik “11 in 1” yang mengintegrasikan transmisi DHT satu percepatan serta motor listrik bertenaga 175 kW (235 hp).

Kombinasi ini memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,1 detik. Galaxy A7 EM juga dibekali dua opsi baterai LFP dari CATL berkapasitas 18,4 kWh dan 28,3 kWh, dengan jarak tempuh listrik antara 150 hingga 235 km (CLTC). Konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 2,22–2,29 liter per 100 km.

Sementara itu, Galaxy A7 EV mengandalkan satu motor listrik di roda depan dengan tenaga 160 kW (215 hp). Energi disuplai oleh baterai LFP 58,05 kWh produksi Yaoning Technology Group yang didukung Geely. Sedan ini mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam dalam 7,4 detik, dengan jangkauan hingga 550 km berdasarkan standar CLTC serta konsumsi energi 11,4 kWh per 100 km.