JAKARTA – Wuling memberi sinyal kuat bakal meluncurkan SUV terbarunya untuk pasar Indonesia. Wuling Starlight 560 yang baru saja meluncur di China kini sudah didaftarkan desain industrinya di tanah air.
Wuling Starlight 560 belum lama diperkenalkan dengan banderol yang cukup menggiurkan di pasar China, mulai dari kisaran Rp150 jutaan saja. SUV ini ditawarkan dalam dua pilihan konfigurasi kabin, yakni 5 penumpang dan 7 penumpang, yang membuatnya menarik bagi konsumen keluarga.
Bukan cuma itu, Starlight 560 juga tampil fleksibel dari sisi teknologi karena hadir dalam tiga opsi sumber tenaga, mesin bensin, varian plug-in hybrid (PHEV), serta versi listrik murni (EV). Sinyal kehadirannya di Indonesia makin kuat setelah desain kendaraan yang identik dengan Starlight 560.
Sebagaimana dilihat VOI, Selasa, 20 Januari, di situs Berita Resmi Desain Industri dengan No. 4/DI/2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum RI. Dalam dokumen tersebut, desain terdaftar atas nama SAIC GM Wuling.
Desainnya mendapat nomor pendaftaran A00202508361. Meski belum ada pernyataan resmi dari Wuling Indonesia, pendaftaran desain industri kerap menjadi langkah awal sebelum suatu model dipasarkan secara resmi.
Jika melihat spesifikasi yang meluncur di China, Wuling Starlight 560 memiliki bodi bongsor dengan panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm, serta jarak sumbu roda 2.810 mm. Kapasitas bagasinya berada di angka 320 liter, namun bisa melar hingga 1.945 liter jika kursi baris belakang dilipat.

BACA JUGA:
Menariknya, Wuling juga memberikan fleksibilitas kabin dengan kursi depan dapat dilipat rata, sementara kursi belakang bisa direbahkan sampai 125 derajat. Di bagian interior, Starlight 560 mengusung nuansa modern lewat layar sentuh 12,8 inci yang terintegrasi Ling OS.
Panel instrumen berada di balik setir, sementara di konsol tengah masih tersedia beberapa tombol fisik, lengkap dengan wireless charging dan cup holder. Untuk performa, varian bensin dibekali mesin 1.5 turbo dengan tenaga 174 dk dan torsi 290 Nm, dipasangkan dengan transmisi manual 6-percepatan atau CVT.

Varian PHEV menggunakan kombinasi mesin 1.5 liter dan motor listrik. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 105 dk dengan torsi 130 Nm, sedangkan motor listriknya menyumbang tenaga 194 dk dan torsi 230 Nm.
Dalam mode listrik murni, jarak tempuhnya mencapai 125 km, sementara dalam kondisi baterai dan bensin bekerja bersama, total jangkauan diklaim bisa tembus 1.100 km. Sementara itu, versi BEV mengandalkan motor listrik bertenaga 134 dk dan torsi 200 Nm.
Energi disuplai baterai LFP dengan pilihan kapasitas 54,5 kWh atau 56,7 kWh, dengan jarak tempuh bervariasi 450–500 km tergantung varian. Starlight 560 EV juga sudah mendukung pengisian cepat 2C: pengisian dari 30 ke 80 persen hanya sekitar 20 menit, atau menambah jarak 200 km dalam 15 menit.