Bagikan:

JAKARTA – Tren penyesuaian harga mobil listrik baru mulai terasa di awal 2026. Salah satu yang ikut melakukan revisi banderol adalah Changan Indonesia, lewat model mungilnya, Changan Lumin EV.

Berdasarkan pantauan VOI pada laman resmi Changan, Senin, 19 Januari, harga Lumin EV kini dipasarkan Rp199 juta. Angka tersebut naik cukup signifikan dibanding saat debutnya di ajang GJAW 2025, ketika mobil ini masih ditawarkan sekitar Rp 178 jutaan untuk wilayah DKI Jakarta.

Artinya, ada lonjakan harga sekitar Rp21 jutaan hanya dalam hitungan minggu. Menariknya, banderol baru Lumin EV ini sudah berada di level yang setara dengan BYD Atto 1 varian termurah di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat persaingan mobil listrik entry-level semakin ketat, karena calon konsumen kini punya lebih banyak opsi pada rentang harga yang hampir sama. Kenaikan harga ini sejatinya bukan hal mengejutkan.

Memasuki awal tahun, industri otomotif memang kerap mengalami penyesuaian, salah satunya karena perubahan komponen biaya seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Selain itu, fluktuasi harga bahan baku juga ikut memengaruhi ongkos produksi dan distribusi kendaraan listrik, termasuk untuk merek China seperti Changan.

Sekadar catatan, Changan Lumin EV bukan pemain baru di Asia Tenggara. Model ini sebelumnya telah lebih dulu mencicipi pasar Filipina dan Thailand, sebelum akhirnya masuk Indonesia sebagai opsi mobil listrik kompak untuk penggunaan urban.

Dari sisi spesifikasi, Lumin EV dirancang sebagai kendaraan mungil untuk perkotaan dengan dimensi panjang 3.270 mm, lebar 1.700 mm, dan tinggi 1.590 mm, serta jarak sumbu roda 1.980 mm. Ground clearance-nya 150 mm, cukup aman untuk kebutuhan harian di jalanan kota.

Mobil listrik ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) 28,08 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 301 km (NEDC). Tenaganya disuplai motor listrik bertenaga 48 hp dengan torsi 83 Nm, disalurkan ke roda depan lewat sistem FWD.

Untuk menunjang aktivitas komuter, Lumin EV memiliki kecepatan puncak 101 km/jam. Sementara urusan keselamatan, sistem pengeremannya mengombinasikan cakram depan dan tromol belakang, ditambah fitur aktif seperti ABS, EBD, HHC, dan ESP guna meningkatkan kontrol dan stabilitas saat berkendara.