Bagikan:

JAKARTA - Porsche baru saja membuka pemesanan di Amerika Serikat (AS) untuk calon SUV listrik mereka, Cayenne Electric model 2026. Menariknya, pabrikan Jerman ini ternyata tidak kesulitan mencari pembeli.

Dalam empat hari pertama saja, Porsche mengumumkan bahwa lebih dari 110.000 konfigurasi unik telah tercatat melalui fitur configurator daring mereka. Atau dengan kata lain, memungkinkan calon pembeli untuk "membangun" (build) mobil impian mereka secara virtual. Pengguna dapat memilih dari warna eksterior, desain pelek, pilihan material dan warna interior, hingga aket fitur tambahan (seperti performa, teknologi, atau kenyamanan). Angka yang fantastis ini merupakan rekor baru bagi merek tersebut.

Selain itu, sebanyak 10.500 orang telah mendaftarkan minat mereka melalui program "pengangkat tangan" (hand-raiser) Porsche, menegaskan tingginya antisipasi publik terhadap model yang akan mengisi lini produk bersama versi bensin dan hybrid yang sudah ada. Cayenne Electric diperkirakan akan tiba di dealer Amerika pada akhir musim panas 2026.

Kustomisasi adalah Kunci

Porsche percaya bahwa daya tarik utama yang mendorong rekor lalu lintas online ini adalah status Cayenne Electric sebagai SUV paling dapat dikustomisasi dalam sejarah model tersebut.

Pelanggan disajikan dengan 13 warna standar, sembilan desain pelek, dan belasan pilihan interior. Kombinasi Algarve Blue Metallic dengan interior Club Leather Espresso sejauh ini menjadi favorit.

Tidak hanya itu, untuk pembeli yang menginginkan sentuhan lebih eksklusif, Porsche juga menawarkan program Paint to Sample (PTS) serta program Sonderwunsch. Melalui Sonderwunsch, pelanggan dapat memesan kendaraan yang benar-benar one-off (satu-satunya).

Untuk menyoroti kemungkinan personalisasi yang tak terbatas di bawah program Sonderwunsch, Porsche bahkan memamerkan Cayenne generasi pertama yang telah direstorasi total di acara Icons of Porsche di Dubai.

SUV berusia 16 tahun itu dibangun ulang dari nol dengan balutan eksterior Paint to Sample Blackolive dan interior English Green—sebuah tampilan langka yang menandakan bahwa Porsche menganggap model ini sebagai emerging classic.

“Cayenne Electric adalah baru dari bawah ke atas... iterasi yang paling cakap, lapang, dan berorientasi kinerja yang pernah ada,” kata Presiden dan CEO Porsche Cars North America Timo Resch, dikutip dari Autoweek, Kamis, 27 November.

Cayenne tetap menjadi salah satu model terpenting Porsche di AS, menyumbang lebih dari 22.000 penjualan pada tahun lalu. Tingkat permintaan awal ini menegaskan peran vital Cayenne dalam transisi elektrifikasi merek tersebut.