Bagikan:

JAKARTA - Pabrikan otomotif dari Korea Selatan, Hyundai bersiap untuk meluncurkan SUV listrik terbaru yang dirancang untuk pasar China. Ini dibuktikan dengan merek tersebut merilis sebuah teaser jelang peluncurannya.

Melansir dari Carscoops, Kamis, 27 Maret, teaser tersebut memperlihatkan sebuah prototipe SUV yang dibaluti stiker penyamaran tengah berjalan di lintasan bersalju. Meskipun disamarkan, sekilas mobil tersebut memiliki gaya bahasa menyerupai Ioniq 9.

Desain eksteriornya menampilkan visual yang jelas dengan lampu depan saling terhubung oleh strip LED. Sementara itu, bagian belakangnya memiliki garis bahu lebih berotot yang mengalir ke ekor lebih tegak dan dihiasi oleh spoiler.

Berbeda dengan bagian depannya, lampu belakang dari mobil ini mengusung LED berukuran lebar yang membentang ke samping sekaligus meningkatkan kesan kuat dan premium pada SUV tersebut.

Spesifikasi lebih lanjutnya masih disembunyikan oleh merek, namun dikabarkan SUV ini akan dibangun di atas arsitektur E-GMP atau sama seperti model EV Hyundai dan Kia lainnya.

Diperkirakan platform tersebut akan mendukung pengaturan motor listrik tunggal maupun ganda dan dapat mengakomodasi baterai berukuran besar hingga 110,3 kWh sehingga memiliki jarak tempuh mengesankan.

Pabrikan berlogo ‘H’ miring ini akan meluncurkan detail lebih lanjut mengenai model tersebut pada 28 Maret mendatang dan akan memasarkannya dalam beberapa waktu mendatang.

Hyundai memiliki komitmen untuk menghadirkan lebih banyak kendaraan listrik di China. Terlebih lagi, produsen otomotif ini telah meresmikan pusat R&D berlokasi di Shanghai untuk mengembangkan EV khusus pasar negeri tirai bambu.

Saat ini, Hyundai memasarkan sejumlah model bermesin bensin (ICE) seperti Sonata, Elantra, Tucson L, Santa Fe, dan Mufasa. Satu-satunya EV yang ditawarkan oleh pabrikan di pasar ini adalah Ioniq 5 N, yang merupakan produk impor.