Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 15 November 2022, Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan supaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun yayasan Jokowi Institute. PAN menganggap kehadiran yayasan itu bisa menjadi wadah Jokowi tetap aktif berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Sebelumnya, Pandemi COVID-19 membuat narasi Jokowi tiga periode ke mana-mana. Kondisi itu munculkan kritik dan kecaman. Apalagi, partai pengusungnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menentang.

Pandemi COVID-19 membuat seluruh dunia panik. Para pemimpin negara di dunia mencoba menyampingkan banyak hal. Beberapa sudah memundurkan jadwal kontestasi politik (pemilu). Kondisi itu coba disuarakan oleh berbagai macam pihak di Indonesia.

Mereka tak saja setuju Pilpres 2024 ditunda. Namun, mereka ingin supaya Presiden Jokowi bisa menjabat sampai tiga periode. Artinya, Jokowi menjabat lebih dari yang ditetapkan konstitusi. Konstitusi hanya menghendaki Presiden Indonesia menjabat selama dua periode saja.

Narasi itu sempat disuarakan oleh segenap kepala desa dari seantero Indonesia. Beberapa lingkaran menteri pun sempat menyatakan keinginan yang sama. Keinginan itu ditentang banyak pihak. Wacana Presiden Indonesia tiga periode dianggap bisa memunculkan kekacauan.

Barang siapa yang ingin Jokowi tiga periode, mereka harus mengacak-acak konstitusi dulu. Megawati dan PDIP pun ikut menentang wacana yang beredar. Megawati menegaskan bahwa aturan main soal jabatan Presiden sudah diatur di UUD 1945.

Aturan ini pun tidak bisa diubah seenaknya. Penolakan demi penolakan membuat Jokowi angkat bicara. Ia menganggap wajar ketika ada kelompok yang ingin dirinya menjabat tiga periode. Namun, perkara usulan diterima atau tidak, lain soal.

Jokowi pun mengaku bahwa ia ingin menjaga amanat konstitusi. Artinya, Jokowi merasa cukup hanya menjabat selama dua periode saja dan pensiun.

“Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu kan sudah sering saya dengar. Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya,” ungap Jokowi sebagaimana dikutip laman Sekretariat Kabinet, 30 Maret 2022.

Isu Jokowi tiga periode pun mereda. Mereka yang punyat hajat mengusung Jokowi tiga periode tak banyak terdengar suaranya. Namun, bukan berarti partai-partai lain yang berada dalam kabinet pemerintah Jokowi tak memberikan masukan.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, usai menyerahkan form B1-KWK pada bakal calon kepala daerah di wilayah Jawa Timur, di Surabaya, Rabu (21/8/2024). (ANTARA/Faizal Falakki)

PAN, misalnya. PAN pun mengajak Jokowi untuk tetap aktif berkontribusi bagi bangsa dan negara selepas pensiun. PAN mengusulkan supaya Jokowi membangun sebuah yayasan bernama Jokowi Institute pada 15 November 2022.

Partai itu menganggap kehadiran Jokowi Institute punya manfaat besar di masa depan. Pemerintah nantinya bisa terbantu dengan kehadiran Jokowi Institute. Apalagi, Jokowi dianggap punya modal besar untuk membesarkan yayasannya sendiri. Jokowi sosok populer dan punya banyak jaringan.

"Apakah akan mendirikan yayasan, lembaga pengkajian, riset, sosial budaya, atau Jokowi Institute. Saya berharap bahwa setelah purna tugas sebagai presiden, hendaknya Pak Jokowi tetap aktif, berkiprah, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia.”

"Karena persoalan lingkungan, climate change, dan konservasi telah menjadi faktor penting bagi seluruh negara di dunia. Saya berharap nantinya Pak Jokowi akan terus memberikan kontribusi dan pengabdiannya untuk kejayaan peradaban Indonesia sebagai tokoh bangsa yang memberikan teladan untuk generasi penerus bangsa," ujar Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi sebagaimana dikutip laman kompas.com, 15 November 2022.