Bagikan:

JAKARTA - Semangat Kartini hingga kini masih relevan dalam kehidupan perempuan Indonesia. Tidak hanya soal emansipasi, semangat tersebut juga tercermin dari keberanian perempuan dalam mengambil peluang, hingga membangun dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Kini, semakin banyak perempuan yang berani memimpin, membangun usaha, dan berkarya di bidang yang sebelumnya didominasi laki-laki.

Perjalanan itu pula yang terlihat dari kisah Ratna Wirahadikusumah dan Dewie Kulsum. Keduanya datang dari latar belakang berbeda, tetapi memiliki kesamaan dalam keberanian mengambil peluang dan bertumbuh bersama ekosistem kerja yang inklusif.

Ratna Wirahadikusumah misalnya yang memilih jalur karier yang tidak banyak dilirik perempuan, yakni pengembangan bisnis dan konstruksi restoran. Berbekal latar belakang arsitektur dan pengalaman di dunia properti, ia memulai langkahnya lebih dari dua dekade lalu dengan keyakinan sederhana: mencoba peluang yang ada.

Kini, Ratna dipercaya memimpin pengembangan dan pembangunan ratusan restoran sebagai Director of Store Development Group di McDonald’s Indonesia. Baginya, tantangan terbesar bukan hanya membangun sebuah gerai, tetapi memastikan seluruh proses berjalan melalui kolaborasi lintas tim yang kompleks, mulai dari riset lokasi, desain, perizinan, hingga konstruksi.

"Nilai kekeluargaan dan dukungan dari rekan kerja membuat saya tidak pernah merasa dipandang sebelah mata. Saya percaya kepemimpinan lahir dari kemauan untuk terus belajar, disiplin, dan memberi contoh lewat tindakan,” ujar Ratna, seperti dalam keterangan pers "Sepenuhnya Indonesia" McDonalds kepada VOI, Jumat, 8 Mei.

Ia juga menilai perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang di sektor yang selama ini identik dengan laki-laki.

"Ketika keputusan dibuat berdasarkan data dan pertimbangan yang matang, jangan ragu untuk melangkah. Perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” tambahnya.

Sementara itu, kisah berbeda datang dari Dewie Kulsum yang memulai perjalanan kariernya pada akhir 1990-an sebagai desainer grafis di sebuah usaha percetakan kecil di Bandung.

Berawal dari proyek-proyek kecil yang ia kerjakan, Dewie perlahan membangun usaha konveksi rumahan hingga berkembang menjadi bisnis yang kini memberdayakan puluhan karyawan tetap dan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Bagi Dewie, perjalanan tersebut tidak hanya berbicara soal pertumbuhan usaha, tetapi juga tentang pentingnya keberanian memulai dan konsistensi dalam membangun usaha dari nol.

"Jangan takut memulai dari bawah. Dengan kemauan, passion, dan keberanian untuk bertanggung jawab, peluang akan datang seiring perjalanan. Yang penting konsisten dan tidak mudah menyerah,” kata Dewie yang menjabat sebagai Mitra Konveksi McDonald’s Indonesia.

Kisah Ratna dan Dewie menjadi gambaran bagaimana ruang kerja yang inklusif dapat membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.

Tidak hanya menjadi bagian dari dunia kerja, perempuan juga mampu mengambil peran sebagai pemimpin, penggerak ekonomi, hingga membuka peluang bagi banyak orang di sekitarnya.

Terlebih dalam momentum Hari Kartini, semangat perempuan Indonesia hari ini tidak lagi hanya tentang memperjuangkan kesempatan, tetapi juga bagaimana mereka terus bertumbuh, memimpin, dan memberi dampak nyata di berbagai bidang kehidupan.