YOGYAKARTA - Carpal tunnel syndrome atau sindrom lorong karpal merupakan salah satu gangguan pada tangan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang aktif menggunakan tangan dalam aktivitas sehari-hari. Gejalanya bisa berupa mati rasa, kesemutan, atau lemahnya pergelangan tangan dan jari-jari. Kondisi ini tentu akan sangat mengganggu aktivititas harian Anda, dan jika tidak segera ditangani, bahkan bisa merusak saraf median secara permanen.
Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut akan dibahas apa saja yang perlu Anda ketahui soal carpal tunnel syndrome.
Apa Itu Carpal tunnel syndrome?
Carpal tunnel syndrome terjadi ketika sesuatu mengiritasi atau memberi tekanan ekstra pada saraf median yang melewati lorong karpal Anda. Lorong karpal adalah ruang di tulang pergelangan tangan Anda yang memungkinkan tendon, ligamen, dan saraf melewatinya untuk mencapai tangan Anda.
Saraf median membantu Anda menggerakkan lengan bawah dan memberikan sensasi pada sebagian besar jari dan tangan Anda. Jika saraf tersebut rusak atau tertekan pada dinding lorong karpal Anda, saraf tersebut dapat mengirimkan sensasi ekstra atau salah ke tangan dan pergelangan tangan Anda.
Segera kunjungi layanan kesehatan jika Anda mengalami nyeri, mati rasa, atau kesemutan di tangan dan pergelangan tangan Anda. Carpal tunnel syndrome biasanya bisa segera kembali normal, tetapi jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat merusak saraf median Anda secara permanen.
BACA JUGA:
Gejala Carpal tunnel syndrome
Gejala Carpal tunnel syndrome biasanya berkembang secara perlahan dan semakin terasa seiring waktu. Berikut gejala-gejala yang paling umum terjadi:
- Mati rasa di pergelangan tangan, telapak tangan, atau jari-jari (terutama ujung jari)
- Nyeri di pergelangan tangan, telapak tangan, atau jari
- Kesemutan
- Kesulitan menggunakan tangan untuk memegang atau mengendalikan benda, misalnya, memegang ponsel, menyetir mobil, memegang pulpen, atau mengetik.
Biasanya, gejala seperti nyeri atau kesemutan paling sering muncul pada malam hari, bahkan bisa sampai membangunkan Anda dari tidur. Lama-kelamaan, gejala ini juga bisa terasa di siang hari, apalagi jika pekerjaan Anda mengharuskan gerakan berulang secara terus-menerus, misalnya mengetik atau menulis.
Penyebab Carpal tunnel syndrome
Carpal tunnel syndrome terjadi karena adanya tekanan berlebih pada saraf median. Tekanan ini biasanya disebabkan oleh pembengkakan atau iritasi di dalam lorong karpal. Apa pun yang menyebabkan pembengkakan atau iritasi di pergelangan tangan Anda dapat memicu sindrom lorong karpal, di antaranya:
- Cedera akibat gerakan berulang
- Radang sendi (artritis)
- Keseleo (terkilir)
- Patah tulang pergelangan tangan
- Kista ganglion (benjolan berisi cairan pada sendi atau tendon)
Faktor Risiko Carpal tunnel syndrome
Siapa pun bisa mengalami sindrom lorong karpal, tetapi beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi, yaitu:
- Orang yang melakukan gerakan berulang dengan tangan dan pergelangan tangan saat bekerja (misalnya, mengayunkan palu)
- Orang yang menggunakan perkakas listrik yang bergetar (seperti bor atau pemecah aspal/jackhammer)
- Wanita hamil
- Wanita (secara umum)
- Orang dewasa berusia di atas 40 tahun
- Orang yang memiliki keluarga kandung dengan sindrom lorong karpal (kondisi ini bisa bersifat keturunan)
Memiliki kondisi kesehatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko sindrom lorong karpal, antara lain:
- Radang sendi reumatoid (rheumatoid arthritis)
- Asam urat (gout)
- Hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid)
- Diabetes
- Obesitas (kegemukan)
- Amiloidosis (penumpukan protein abnormal di dalam tubuh)
Demikian pembahasan soal carpal tunnel syndrome. Jika tenaga kesehatan tidak segera mendiagnosis dan mengobatinya, iritasi di pergelangan tangan Anda dapat merusak saraf median secara permanen. Karena itu, segera temui tenaga kesehatan jika Anda merasakan gejala-gejalanya agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!