JAKARTA - Menjelang peringatan 40 hari berpulangnya Vidi Aldiano, pihak keluarga memilih cara unik untuk memberikan penghormatan terakhir. Harry Kiss, ayahanda Vidi, mengungkapkan bahwa keluarga baru saja melakukan aksi tebar ikan di kawasan Ciamis dan Tasikmalaya sebagai bentuk amal jariah bagi almarhum.
"Hari Minggu kemarin itu, beberapa hari itu, kita bikin penebaran ikan di Ciamis dan di Tasikmalaya. Itu bagus kita kerja sama sama komunitas di sana namanya 'Video Dunia Ikan'. Jadi Kang Teten itu dulu waktu dia kecil, bapaknya itu setiap hari mancing ikan untuk memenuhi gizi keluarganya. Tapi sekarang ikannya sudah enggak ada," ujar Harry Kiss di TPU Tanah Kusir, Selasa, 14 April.
Harry menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk mengembalikan ekosistem sungai yang mulai rusak akibat eksploitasi berlebihan. Ia tidak ingin menebar ikan sembarangan, melainkan fokus pada ikan-ikan asli Indonesia yang mulai langka.
"Ikan yang asli dari sana. Jadi bukan sapu-sapu, bukan nila, tapi ikan yang asli, ikan Indonesia. Ikannya tuh tawes, nilem, baragalak. Terus yang terakhir kita tebar itu ikan yang mahal banget namanya ikan dewa. Ikan dewa itu kalau di restoran itu harganya 1,5 sampai 2 juta per porsi. Nah kemarin tuh kita menebar cukup banyak, dua plastik gede itu ikan dewa," jelasnya.
Bagi keluarga Harry Kiss, memaknai kepergian Vidi tidak hanya terpaku pada ritual harian, melainkan pada kebermanfaatan bagi alam semesta. Ia percaya bahwa menjaga alam adalah salah satu jalan untuk menyejahterakan manusia di sekitarnya.
"Amal jariah itu tidak hanya kita kepada manusia, tapi juga kepada alam. Kalau alam kita itu tidak ada lagi ikan, gimana bisa menyejahterakan manusia di sekelilingnya? Makanya setiap hari beliau (Kang Teten) itu ada donasi, dibeliin ikan, terus ditebarin. Yang ditebar itu tidak hanya ikan yang kecil-kecil, tapi juga indukan supaya berkembang biak," tutur Harry.
BACA JUGA:
Jumlah ikan yang ditebar pun tidak main-main. Harry menyebutkan total bantuan yang terkumpul mencapai setengah ton ikan yang disebar di berbagai titik perairan bersih di Jawa Barat.
"Kemarin itu kita menebar 500 kilo. Lumayan banget. Kita enggak habis-habis tuh menebar. Karena satu plastik gede itu cuma 3 kilo. Berarti ada berapa puluh plastik kemarin. Wakaf ikan ini atas nama Vidi, bukan hanya Vidi, tapi juga atas nama Mbak Mia, Mia Akbar, ya atas nama Ibu Elita ini," tambahnya lagi.
Aksi sosial ini ternyata mendapat dukungan luar biasa dari para penggemar setia Vidi yang disebut Vidis. Banyak dari mereka yang ikut menyisihkan rezeki demi mendukung program pelestarian lingkungan ini.
"Wah seru! Itu Vidis yang ada di Ciamis pada datang, di Tasikmalaya pada datang, banjir. Nah ini juga Vidis juga pada nyumbang ya. Nyumbang tuh macam-macam, ada yang 20 ribu lah. 20 ribu tuh dapat 1 kilo loh ikan. 20 ribu dapat 1 kilo ikan tuh isinya 80 sampai 100 ekor," kata Harry dengan antusias.
Harry Kiss juga memiliki alasan khusus mengapa ia sangat peduli dengan jenis ikan yang ditebar. Ia merasa prihatin dengan maraknya ikan predator atau invasif yang merusak habitat ikan lokal di sungai-sungai Indonesia.
"Pemerintah kan juga sekarang lagi membasmi ikan sapu-sapu ya. Ikan sapu-sapu tuh makanin telur ikan, gila enggak sih? Jadi bukan hanya dia hama, tapi juga dia membasmi ikan-ikan yang ada. Jadi ikan misalnya lagi nelur, telurnya dimakan sama sapu-sapu. Jadi itu yang harus diberesin," tegasnya.
Melalui program "Vidi Tetap Hidup", Harry berharap kebaikan putranya terus mengalir meski raga sang penyanyi sudah tidak ada. Baginya, melihat ekosistem kembali pulih adalah cara menjaga warisan kasih sayang Vidi.
"Sebetulnya ikan itu satu kita untuk lingkungan. Ekosistem berjalan. Kita upaya supaya ikannya tetap ada. Dan yang paling penting ini program 'Vidi Tetap Hidup' ini bisa berjalan. Kita mengupayakan bagaimana supaya Vidi itu tetap hidup ya lewat kebaikan-kebaikan," tutup Harry Kiss.