Bagikan:

JAKARTA - Emotional flashback adalah respons emosional intens dan luar biasa yang terjadi saat pengalaman traumatis masa lalu dipicu di masa sekarang. Tidak seperti flashback umum yang melibatkan ingatan sensorik jelas tentang peristiwa traumatis tertentu, emotional flashback ditandai dengan gelombang emosi tiba-tiba dan kuat seperti rasa takut, malu, tidak berdaya, atau marah, yang tampaknya muncul entah dari mana. Respons emosional ini sering kali dikaitkan dengan trauma belum terselesaikan, terutama dari masa kanak-kanak dan bisa jadi sulit dipahami atau dikelola.

Dalam artikel ini, VOI melansir Inner Sparkle Therapy, Kamis, 22 Januari akan membahas apa itu emotional flashback, kapan terjadi, bagaimana perasaannya, dan yang terpenting cara mengatasinya.

Apa Itu Emotional Flashback?

Emotional flashback adalah gejala yang umumnya dikaitkan dengan gangguan stres pascatrauma kompleks (C-PTSD) dan kondisi terkait trauma lainnya. Tidak seperti flashback umum yang menghidupkan kembali peristiwa tertentu, emotional flashback membawa seseorang kembali ke keadaan emosional intens yang mereka alami selama situasi traumatis. Kilas balik ini tidak disertai dengan ingatan terperinci tentang peristiwa tersebut, tetapi dengan perasaan luar biasa terkait dengan rasa sakit emosional yang belum terselesaikan.

Misalnya, jika Anda mengalami pengabaian atau pelecehan emosional saat masih kecil, Anda mungkin mengalami emotional flashback yang dipicu oleh situasi yang tampaknya tidak terkait, seperti dikritik oleh teman atau merasa diabaikan di tempat kerja. Tiba-tiba, Anda dibanjiri perasaan ditinggalkan, ditolak, atau takut, meskipun situasi saat ini tidak secara langsung mencerminkan trauma masa lalu Anda.

Kapan Emotional Flashback Mungkin Terjadi?

Emotional flashback sering kali dipicu oleh peristiwa atau situasi di masa kini yang secara tidak sadar mengingatkan Anda akan trauma masa lalu. Pemicu ini bisa jadi tidak kentara dan mungkin tidak selalu terlihat jelas pada awalnya.

Beberapa pemicu umum meliputi:

Penolakan atau pengabaian yang dirasakan: Jika pernah mengalami pengabaian di masa lalu, Anda mungkin mengalami flashback ketika seseorang membatalkan rencana atau ketika merasa jauh secara emosional dari orang yang Anda cintai.

Kritik atau konflik: Jika Anda tumbuh dalam lingkungan di mana kritik terasa mengancam atau tidak aman, konflik atau bahkan kritik ringan dapat memicu perasaan takut atau malu intens.

Merasa kehilangan kendali: Emotional flashback dapat terjadi ketika Anda merasa tidak berdaya dalam suatu situasi, menggemakan pengalaman masa lalu di mana Anda tidak memiliki kendali.

Batas-batas yang dilanggar: Jika Anda pernah mengalami pelanggaran batas di masa lalu, perasaan seolah-olah seseorang menyerang ruang pribadi Anda atau mengabaikan batasan Anda dapat memicu kilas balik emosional.

Seperti Apa Rasanya Emotional Flashback?

Perasaan yang dialami selama emotional flashback dapat bervariasi tetapi sering kali sangat menyedihkan dan membebani. Beberapa respons emosional umum meliputi:

Ketakutan atau panik: Anda mungkin merasakan rasa takut atau kecemasan intens yang tampaknya tidak proporsional dengan situasi saat ini.

Malu atau bersalah: Kilas balik emosional sering kali memunculkan perasaan malu mendalam atau membenci diri sendiri, meskipun tidak ada alasan logis untuk merasakan hal itu saat ini.

Ketidakberdayaan atau ketidakberdayaan: Perasaan terjebak, mandek, atau tidak dapat mengubah keadaan Anda adalah aspek umum dari kilas balik emosional.

Kemarahan atau amukan: Terkadang,emotional flashback dapat membangkitkan perasaan marah yang intens, sering kali sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa sakit atau ketakutan yang mendasarinya.

Kebingungan: Salah satu aspek paling menantang dari emotional flashback adalah bahwa hal itu sering kali membuat Anda merasa bingung, karena intensitas emosi tampaknya tidak sesuai dengan situasi saat ini.

Cara Mengatasi Emotional Flashback

Mengatasi emotional flashback memerlukan kombinasi kesadaran diri, teknik grounding, dan strategi penyembuhan jangka panjang. Berikut beberapa cara utama mengelola dan mengurangi dampak emotional flashback:

1. Kenali Flashback

Langkah pertama dalam mengatasi emotional flashback adalah mengenali saat Anda mengalaminya. Emotional flashback sering kali terasa seperti gelombang emosi yang luar biasa dan muncul entah dari mana. Saat Anda menyadari hal ini terjadi, ingatkan diri bahwa Anda sedang mengalami flashback. Pernyataan grounding seperti "Ini hanyalah flashback. Saya aman sekarang, dan perasaan ini akan berlalu" dapat membantu mengurangi intensitas pengalaman tersebut.

Terapi kognitif menyarankan untuk melacak pemicu dan menjadi lebih sadar akan pola dalam reaksi emosional Anda. Menulis jurnal atau merenungkan saat-saat ketika Anda merasa kewalahan dapat membantu mengidentifikasi pemicu emotional flashback, sehingga Anda dapat lebih siap di masa mendatang.

2. Tenangkan Diri di Masa Kini

Teknik menenangkan diri sangat penting untuk mengelola emotional flashback karena membantu mengarahkan kembali pikiran dan tubuh Anda ke masa kini. Berikut adalah beberapa teknik menenangkan diri yang efektif:

Latihan Panca Indera: Libatkan indra Anda untuk membawa diri kembali ke masa kini. Identifikasi lima hal yang dapat Anda lihat, empat hal yang dapat Anda sentuh, tiga hal yang dapat Anda dengar, dua hal yang dapat Anda cium, dan satu hal yang dapat Anda rasakan.

Bernapaslah Secara Lambat dan Dalam: Bernapaslah secara lambat dan dalam mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang membantu menenangkan tubuh selama momen gairah emosional intens. Berlatihlah menghirup napas selama empat hitungan, menahan napas selama empat hitungan, dan mengembuskan napas selama empat hitungan.

Sentuh Objek: Pegang objek, seperti batu halus atau kain bertekstur, dan fokuslah pada sifat fisiknya. Ini dapat membantu Anda tetap berada di masa kini.

Teknik-teknik ini membantu memberi sinyal ke otak bahwa Anda aman dan terkendali, melawan ketidakberdayaan atau ketakutan yang terkait dengan kilas balik emosional.

3. Berlatih Berbelas Kasih pada Diri Sendiri

Selama kilas balik emosional, Anda mungkin diliputi perasaan malu, takut, atau bersalah. Berlatih berbelas kasih pada diri sendiri membantu meredakan emosi-emosi ini. Ingatkan diri Anda bahwa tidak apa-apa memiliki perasaan ini dan bahwa Anda tidak dapat disalahkan atas trauma atau kilas balik tersebut. Pernyataan berbelas kasih pada diri sendiri seperti "Tidak apa-apa untuk merasa seperti ini" atau "Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa" membantu melembutkan intensitas pengalaman tersebut.

Terapi kognitif sering kali menekankan belas kasih pada diri sendiri sebagai cara menyembuhkan diri dari trauma dan rasa sakit emosional. Bersikap baik kepada diri sendiri selama kilas balik mengurangi perasaan menyalahkan diri sendiri dan memungkinkan Anda menjalani pengalaman tersebut dengan lebih sedikit tekanan.

4. Terlibat dalam Refleksi Penuh Perhatian

Setelah intensitas kilas balik berlalu, akan sangat membantu untuk merenungkan pengalaman tersebut. Ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti:

Apa yang saya rasakan selama kilas balik?

Apa yang mungkin memicu emosi-emosi ini?

Bagaimana saya mengatasi situasi tersebut?

Memahami pemicu dan respons emosional sangat penting untuk penyembuhan jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat mulai mengenali pola dan mengambil langkah proaktif untuk mengelola kesehatan emosional Anda secara lebih efektif.

5. Cari Dukungan Profesional

Jika emotional flashback sering terjadi atau sangat mengganggu, bekerja sama dengan terapis yang mengkhususkan diri dalam trauma dapat sangat bermanfaat. Pendekatan terapi kognitif seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) sangat efektif untuk mengatasi gejala terkait trauma. Terapis dapat membantu Anda memproses emosi yang belum terselesaikan dan mengembangkan strategi untuk mengurangi frekuensi dan intensitas kilas balik.

Kilas balik emosional merupakan pengingat kuat akan trauma belum terselesaikan, yang sering kali muncul saat Anda tidak menduganya. Meskipun dapat membuat stres, memahami apa itu dan mempelajari cara mengatasinya dapat mengurangi dampaknya. Dengan mengenali kilas balik, membumi di masa kini, mempraktikkan kasih sayang pada diri sendiri, dan mencari bantuan profesional saat dibutuhkan, Anda dapat memperoleh kembali kendali atas dunia emosional Anda dan mulai pulih dari trauma masa lalu.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+