JAKARTA - Di tengah pertumbuhan industri kopi yang pesat di Indonesia, menjaga konsistensi menjadi sebuah tantangan tersendiri. Bagi Anomali Coffee, konsistensi bukan sekadar soal rasa di dalam cangkir, melainkan tentang perjalanan panjang yang melibatkan banyak tangan, cerita, dan semangat kebersamaan.
Co-Founder Anomali Coffee, Irvan Helmi, menjelaskan sejak awal berdiri pada 2007, Anomali tidak memposisikan dirinya semata sebagai kafe, melainkan sebagai kurator kopi Indonesia.
"Sejak awal terjun ke dunia kopi pada 2007, kami datang bukan sebagai kafe, melainkan sebagai kurator kopi. Bagi kami, menjadi kurator kopi berarti lebih dari sekadar menyajikan minuman, kami harus menggali cerita di balik setiap biji kopi, sekaligus mengajak teman-teman di hulu, para petani dan pelaku proses untuk tumbuh bersama," ungkap Irvan, saat ditemui di MargoCity Depok pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Menurutnya konsistensi tidak bisa berdiri sendiri. Ia lahir dari kolaborasi dan gotong royong antara seluruh rantai ekosistem kopi, mulai dari petani hingga pelanggan. Konsistensi justru lahir dari kebersamaan.
BACA JUGA:
"Dari sisi konsistensi produk maupun branding, semuanya terwujud berkat semangat gotong royong. Mulai dari petani, prosesor, roaster, barista, hingga pelanggan, seluruhnya memegang peran yang sama penting,” jelasnya.
Irvan juga melihat industri kopi Indonesia berada pada fase yang sangat menarik. Dengan jumlah coffee shop terus bertambah, tren ke depan akan bergerak pada tiga hal utama yaitu kemudahan, aksesibilitas, dan relevansi.
“Ke depannya akan semakin banyak orang yang mencari kemudahan dengan minum kopi praktis dan mudah dinikmati. Selain itu, aksesibilitas juga menjadi kunci, disusul dengan relevansi kopi terhadap aktivitas sehari-hari. Yang tak kalah penting, storytelling justru semakin menguat dan tidak akan pernah pudar,” jelasnya.
Baginya storytelling adalah kunci agar kopi tidak menjadi sekadar komoditas.
“Jika kopi hanya dipandang sebagai produk tanpa cerita, ia akan jatuh menjadi komoditas yang bersaing hanya dari sisi harga. Tapi kopi tidak akan seperti itu. Justru akan banyak cerita yang terus mengangkat dan mengharumkan nama Indonesia," ujarnya.
Semangat inilah yang kemudian tercermin dalam langkah terbaru Anomali Coffee dengan membuka gerai pertamanya di Kota Depok, Anomali Coffee & Kitchen di Margo City. Kehadiran gerai ini menjadi bagian dari upaya Anomali untuk membawa kopi Indonesia lebih dekat, relevan, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Anomali Cola, perpaduan kopi Indonesia, lemon, kayu manis, dan soda yang menawarkan pengalaman baru menikmati kopi dengan rasa ringan dan menyegarkan. Inovasi ini sejalan dengan pandangan Irvan tentang pentingnya kemudahan dan aksesibilitas, tanpa meninggalkan cerita di balik kopi itu sendiri.
Chief of Business & Market Strategist Anomali Coffee, Nikki Fadlin menegaskan generasi muda kini tidak hanya mencari kualitas, tetapi juga pengalaman.
“Kami melihat generasi muda tidak hanya mencari kopi yang berkualitas, tetapi juga pengalaman yang fun dan mudah dinikmati. Peluncuran Anomali Cola di MargoCity menjadi langkah kami untuk memperkenalkan wajah baru kopi Indonesia yang lebih segar dan eksploratif." ujar Nikki.
Selain ragam kopi single origin dari Aceh hingga Papua, Anomali Coffee & Kitchen Margo City juga menghadirkan beragam pilihan makanan, dari breakfast hingga dessert, termasuk Anomali Pizza sebagai signature menu.
Perpaduan Anomali Cola dan Anomali Pizza diangkat sebagai konsep utama karena mencerminkan keseimbangan antara kesegaran dan comfort food, sekaligus menjadi medium baru untuk bercerita tentang kopi Indonesia dengan cara yang lebih dekat melalui keseharian.
Lewat pendekatan ini, Anomali Coffee tidak hanya menjaga konsistensi rasa, tetapi juga konsistensi nilai yakni gotong royong, relevansi, dan storytelling. Sebuah upaya untuk memastikan kopi Indonesia tetap memiliki makna, bukan hanya sebagai minuman, tetapi sebagai cerita yang terus hidup dan berkembang.