JAKARTA – Di balik citra glamor dan statusnya sebagai ikon seks dunia, Brigitte Bardot kerap mengungkap sisi gelap ketenarannya. Ia menyebut popularitas sebagai penjara yang merampas kebebasan hidupnya.
“Nobody can imagine how horrific it was,” ujar Bardot dalam salah satu refleksi hidupnya, dikutip dari Reuters, Minggu, 28 Desember.
Ia mengaku tak sanggup menjalani kehidupan normal akibat sorotan publik yang terus-menerus.
Kehidupan pribadi Bardot penuh gejolak. Ia menjalani empat pernikahan, sejumlah hubungan asmara yang ramai diberitakan media, serta perjuangan panjang melawan depresi.
Pada usia 26 tahun, Bardot sempat ditemukan tidak sadarkan diri setelah mencoba mengakhiri hidupnya.
Selain berakting, Bardot juga menorehkan kesuksesan di dunia musik. Kolaborasinya dengan Serge Gainsbourg melalui lagu Je t’aime… moi non plus menuai kecaman sekaligus pujian karena muatan erotisnya.
Meski pernah menjadi model patung Marianne, simbol Republik Prancis, Bardot mengaku tidak pernah benar-benar bahagia.
Pada usia 50 tahun, ia menyatakan telah memiliki segalanya—kekayaan, ketenaran, kecantikan—namun tetap merasa sangat kesepian.
BACA JUGA:
Perasaan kecewa dan kelelahan hidup di bawah sorotan publik mendorong Bardot mengambil keputusan besar: meninggalkan dunia film selamanya pada 1973, setelah membintangi total 42 film.