YOGYAKARTA – Pasca panen, ada dua proses pengolahan yang populer dikenal masyarakat luas yaitu metode honey dan natural. Kedua jenis pengolahan punya metode yang berbeda hingga menghasilkan cita rasa yang berbeda pula. Artinya perbedaan proses pasca panen antara metode honey dan natural bisa berpengaruh cukup besar. Simak apa saja perbedaannya.
Perbedaan Proses Pasca Panen antara Metode Honey dan Natural
Dalam buku yang berjudul Panen dan Penanganan Pasca Panen Kopi yang ditulis oleh Restu Dharmawan, dkk, dijelaskan bahwa metode honey dilakukan dengan mengupas buah kopi kemudian menghilangkan lendirnya dengan mesin pencuci tanpa proses fermentasi.
Sedangkan proses natural adalah proses pengolahan kering tanpa menggunaakan air seperti pada proses lainnya. Oleh karena itu metode ini disebut dengan dry process.
BACA JUGA:
Jika melihat prosesnya, dry process dan honey process tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh. Sama-sama diawali dari proses sortasi yang bisa dilakukan secara manual atau dengan perendaman. Sortir ini dilakukan untuk memisahkan mana biji kopi bagus dengan warna merah dan mana yang busuk, cacat, dan berwarna gelap.
Setelah proses sortir dilakukan, biji kopi pilihan pada metode honey akan masuk ke proses pulping yakni pengupasan biji kulit tanpa memecah. Sedangkan pada metode natural tidak melalui tahapan ini sehingga langsung ke tahap penjemuran.
Pada tahap honey, pengupasan dilakukan dengan mesin pulper. Tujuan dari proses ini adalah untuk memisahkan antara kulit dengan biji kopi yang berlendir. Hasil dari proses pulping adalah berupa biji utuh tanpa kulit luar. Namun masih ada kulit tipis dengan lendir yang menyelimuti biji. Lendir itulah yang dinamakan dengan honey. Setelah itu baru melalui tahap selanjutnya yaitu proses penjemuran seperti yang dilakukan pada metode natural.
Dalam proses penjemuran ada beberapa perbedaan mendasar yang dimiliki oleh metode honey dan natural. Pada proses natural, biji kopi dijemur beserta kulitnya selama 5-6 minggu agar kadar airnya bisa mencapai 12 persen. Durasi penjemuran memang lebih lama karena kulit masih menempel di biji kopi.
Sedangkan pada metode honey, kadar air yang harus dicapai sama yaitu 12 persen. Hanya saja durasinya bisa lebih ceppat karena sudah tidak ada kulit, hanya ada lendir atau honey saja.
Pada proses pengolahan secara natural, rasa kopi cenderung lebih kompleks. Hal itu terjadi karena proses fermentasi alami yang terjadi selama proses penjemuran. Rasa kopi disebut punya karakter rasa lebih kaya, namun bisa menambah keasaman pada kopi.
Sedangkan pada proses honey, rasa kopi akan lebih manis. Hal itu terjadi karena lendir yang tersisa akan masuk ke dalam biji selama penjemuran.
Itulan informasi terkait perbedaan proses pasca panen antara metode honey dan natural. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.