JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap konsumsi gorengan sehari-hari. Menurutnya banyak orang tidak menyadari satu potong gorengan yang tampak kecil justru bisa menyumbang kalori cukup besar, apalagi jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @budigsadikin, Budi menjelaskan gorengan sering kali tidak memberikan rasa kenyang, namun kandungan kalorinya cukup tinggi.
"Tahu enggak kalau makan satu gorengan seperti ini, enggak bikin kenyang, tapi kalorinya 100 sampai 150 kalori. Aku jamin kalian pasti makannya kayak aku dulu, enggak cukup satu biji, minimal tiga atau empat. Enak banget," ujar Budi, dikutip pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Pria berusia 61 tahun ini mengatakan kebiasaan makan gorengan jarang berhenti di satu saja. Jika seseorang mengonsumsi tiga hingga empat gorengan, jumlah kalori yang masuk ke tubuh bisa mencapai 300 sampai 450 kalori. Angka tersebut setara dengan satu porsi makan siang.
Masalahnya, kalori dari makanan berlemak seperti gorengan tidak mudah dibakar bila tubuh kurang bergerak. Budi mencontohkan dirinya memiliki berat badan 70 kilogram, kalori dari tiga gorengan saja membutuhkan aktivitas fisik cukup berat untuk membakarnya.
"Wah untuk orang dengan berat badan seperti saya, itu harus lari 5 kilometer. Gara-gara makan cuma satu gorengan, saya mesti treadmill 15 menit," bebernya.
BACA JUGA:
Ia menegaskan keluhan berat badan terus bertambah, karena kebiasaan makan harian yang dianggap sepele.
"Buat yang suka ngeluh berat badannya naik terus, habis makannya gorengan sih," tuturnya.
Menurut Budi, makanan tinggi lemak seperti gorengan kerap menjadi penyumbang utama kelebihan kalori tanpa disadari. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi konsumsi gorengan dan menata pola makan dengan lebih seimbang.
Sebagai panduan, Budi mengajak masyarakat menerapkan pola makan Isi Piringku yang dianjurkan Kementerian Kesehatan.
Pedoman Isi Piringku yang Dianjurkan
- Setengah piring berisi sayur dan buah
Sebagian besar piring sebaiknya diisi dengan sayuran, disertai buah-buahan. Sayur kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, sementara buah melengkapi kebutuhan vitamin dan antioksidan.
- Seperempat piring karbohidrat
Bagian ini diisi makanan pokok seperti nasi, roti, mi, kentang, singkong, atau ubi. Dianjurkan memilih karbohidrat kompleks atau yang tinggi serat.
- Seperempat piring protein
Sisa piring diisi lauk sumber protein seperti ikan, ayam, telur, tahu, tempe, daging, dan kacang-kacangan. Protein berperan penting untuk menjaga massa otot, memperbaiki sel tubuh, dan mendukung sistem kekebalan.
- Cukupi kebutuhan air putih
Minum air putih sekitar delapan gelas per hari atau menyesuaikan kebutuhan tubuh masing-masing.
- Batasi gula, garam, dan lemak
Asupan harian yang dianjurkan meliputi:
- Gula maksimal 4 sendok makan per hari
- Garam maksimal 1 sendok teh per hari
- Lemak maksimal 5 sendok makan per hari
Dengan membatasi gorengan dan menerapkan pola makan seimbang, Menkes berharap masyarakat bisa menjaga berat badan sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.