JAKARTA - Hampir semua orang pernah mengalami perut tiba-tiba mulas atau ingin buang air besar (BAB) yang tak tertahankan setelah keluar rumah atau bepergian. Namun mengapa dorongan buang air besar itu muncul saat kita keluar rumah? Ternyata fenomena ini ada penjelasan ilmiahnya.
Menurut Erin Hendriks, MD, seorang dokter di Salvo Health, hal ini berkaitan dengan kondisi usus, sistem saraf, dan kebiasaan.
"Biasanya, penyebabnya adalah stres," ujarnya, dikutip dari laman The Skimm.
Lapisan usus kita memiliki jutaan sel saraf yang membentuk sistem saraf enterik. Saat merasa cemas atau tegang, tubuh melepaskan hormon dan neurotransmiter yang memicu kontraksi usus yang kemudian memunculkan rasa ingin buang air besar.
Pelatih kesehatan panggul, Julia Connolly, PT, DPT menambahkan hal ini bisa menjadi kebiasaan yang terbentuk seiring waktu. Saat seseorang terburu-buru, memikirkan pekerjaan, atau merasa tertekan, sistem saraf fight-or-flight ikut aktif dan merangsang aktivitas usus, sehingga pencernaan bekerja lebih cepat dan muncul sensasi ingin buang air besar.
Kebiasaan harian juga punya peran. Buang air besar di waktu yang sama setiap hari adalah perilaku yang dipelajari.
"Mirip seperti saat anak kecil dilatih menggunakan toilet. Otak kita terbiasa mengaitkan waktu atau situasi tertentu dengan dorongan buang air," kata Connolly.
Itu sebabnya sebagian orang merasa ingin pipis saat mendekati rumah atau memasukkan kunci ke pintu, meski sebelumnya tidak terasa apa-apa.
Selain itu, jika rutinitas pagi Anda termasuk minum kopi, dorongan ini bisa semakin kuat. Kopi memang dikenal merangsang refleks gastrocolic yang memberi sinyal pada tubuh bahwa waktunya buang air besar.
Kalau tidak bisa meninggalkan kebiasaan kopi, setidaknya kenali lokasi toilet terdekat, siapa tahu memerlukannya.
Dorongan buang air besar saat keluar rumah tidak otomatis berarti Anda mengalami IBS (Irritable Bowel Syndrome). Namun kecemasan dan sistem saraf memang sangat terkait dengan kondisi IBS.
"Usus dan otak berhubungan erat melalui sistem saraf. Apa yang terjadi pada pikiran akan memengaruhi usus, begitu pula sebaliknya," jelas Connolly.
Pada penderita IBS, rasa cemas tentang pekerjaan, situasi sosial, atau ketakutan meninggalkan rumah bisa memperburuk gejala termasuk dorongan mendadak untuk ke toilet.
SEE ALSO:
Tips mengatasi kebelet BAB mendadak saat bepergian
Para ahli menyarankan teknik relaksasi untuk membantu meredakan stres yang memicu dorongan tersebut. Namun jika memang benar-benar harus buang air, lakukan saja. Anda tidak perlu malu. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.
1. Tarik napas dalam dan perlahan
Latihan pernapasan membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres. Teknik seperti pernapasan diafragma, box breathing, atau 4-7-8 bisa memberi efek menenangkan melalui aktivasi saraf vagus.
2. Jangan langsung panik lari ke toilet
Connolly mengatakan penting untuk melatih otak dalam mengelola dorongan. Artinya jika memungkinkan, coba tahan sebentar (tanpa berlebihan). Kebiasaan ini bisa membantu melatih ritme buang air agar lebih teratur. Anda juga bisa berkonsultasi dengan fisioterapis kesehatan panggul untuk panduan lebih lanjut.
3. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan
Jika dorongan ini tiba-tiba sering muncul atau mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya periksa ke dokter. Bisa jadi ada kondisi kesehatan tertentu yang memicu perubahan pola buang air besar.
Apa pun situasinya, ingat bahwa kondisi ini normal dan dialami banyak orang.
"IBS itu umum. Buang air besar itu normal, bahkan yang sifatnya mendesak sekalipun. Anda tidak sendirian," kata Dr. Hendriks.
Jadi kalau Anda perlu berhenti sebentar untuk ke toilet, tidak masalah.
"Kita semua manusia dan semua manusia buang air besar." tambahnya.