Bagikan:

YOGYAKARTA - Tingkat kematangan steak adalah salah satu hal yang perlu kamu ketahui sebelum memesan steak di restoran. Tingkat kematangan mempengaruhi rasa dan tekstur steak. Dengan memilih tingkat kematangan yang, pengalaman makan akan menjadi jauh lebih nikmat.

Berikut akan dibahas lima tingkat kematangan steak beserta ciri-cirinya. Kamu akan bisa membedakan steak, mulai dari yang paling juicy hingga paling matang dan kering. Dengan begitu, kamu bisa menentukan tingkat kematangan sesuai selera saat memesan steak.

Mengenal Tingkat Kematangan Steak

Banyak orang memesan steak tanpa request tingkat kematangan tertentu. Hal ini wajar, terutama di Asia di mana konsumsi daging dengan tingkat kematangan rendah tidak terlalu umum. Namun, mengetahui tingkat kematangan akan membantu menemukan steak favorit. Dilansir dari Holycow, berikut 5 tingkat kematangan steak.

  1. Rare

Steak dengan tingkat kematangan rare dikenal sebagai yang paling juicy karena bagian dalamnya hampir sepenuhnya masih mentah. Meskipun begitu, tingkat kematangan ini kurang populer di Asia karena banyak orang tidak terbiasa menyantap daging merah mentah.

Rare memiliki ciri luar kecokelatan dan sedikit gosong, tetapi bagian dalamnya tetap merah mentah. Bagian terluar steak rare akan terasa hangat saat disentuh, sementara bagian dalamnya justru dingin.

Proses memasak steak tingkat kematangan rare dilakukan pada suhu 120-130 F atau sekitar 49-55 C. Steak dipanggang sekitar 5 menit lalu dibalik dan dilanjutkan 3 menit lagi.

  1. Medium Rare

Medium rare adalah tingkat kematangan yang paling disukai karena teksturnya seimbang. Bagian luarnya lebih keras karena karamelisasi, tetapi bagian dalamnya tetap lembut dan juicy dengan warna merah hingga merah muda.

Banyak chef profesional menganggap tingkat ini sebagai tingkat kematangan terbaik untuk menikmati daging. Cara memasaknya, steak dipanggang pada suhu 130-135 F atau 55-57 C selama 5 menit, dibalik, lalu dilanjutkan memanggang 4 menit lagi.

  1. Medium

Steak medium memiliki tekstur yang lebih kencang sehingga terasa lebih matang ketika disentuh. Bagian dalamnya berwarna merah muda cerah. Tingkat kematangan ini menjadi favorit banyak orang karena daging terasa matang tetapi tetap juicy.

Bagian luarnya berwarna cokelat tetapi tidak gosong. Proses pemanggangannya dilakukan pada suhu 140-150 F atau 60-66 C selama 6 menit, kemudian dibalik dan dipanggang lagi selama 4 menit.

  1. Medium Well

Medium well cocok untuk orang yang tidak suka melihat bagian dalam daging yang terlalu merah tetapi masih ingin menikmati daging yang juicy. Warna dalamnya hanya menyisakan merah muda pucat denghan luar cokelat keabuan.

Tekstur medium well lebih keras dibanding medium, tetapi tetap empuk saat digigit. Cara memasaknya, steak dipanggang pada suhu 155-165 F atau 68-74 C. Biasanya dipanggang selama 7 menit, dibalik, dan dipanggang lagi 5 menit.

  1. Well Done

Well done adalah tingkat kematangan paling matang dengan warna cokelat keabuan di seluruh bagian daging. Teksturnya lebih kaku dan kering, dan memiliki rasa juicy paling rendah dari semua tingkat kematangan. Tingkat kematangan ini paling populer di Indonesia.

Steak well done dipanggang pada suhu 170 F atau 77 C. Proses memasaknya lebih lama, sekitar 10-12 menit di setiap sisi agar daging benar-benar matang.

Demikian penjelasan 5 tingkat kematangan steak. Setiap tingkat kematangan menawarkan pengalaman rasa, tekstur, dan juiciness yang berbeda. Setelah ini, kamu bisa menentukan tingkat kematangan favorit sebelum memesan steak.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+