Bagikan:

JAKARTA – Menjalani pernikahan selama 17 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun bagi Marissa Anita, perjalanan panjang tersebut bukanlah sesuatu yang perlu disesali.

Ketika ditanya mengenai pertimbangannya mengakhiri pernikahan yang telah berjalan belasan tahun, Marissa memberikan jawaban yang penuh refleksi. Ia memandang 17 tahun tersebut sebagai rangkaian proses belajar yang sangat berarti.

“Saya tidak pernah melihat itu sebagai sesuatu yang saya sesali atau regret. Itu tidak pernah,” ujar Marissa Anita di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 19 November.

Saat ditanya lebih jauh mengenai komunikasi dengan mantan pasangan atau status tempat tinggal, ia memilih menjaga batas privasinya.

“Itu privasi. Itu privasi,” jawabnya berulang kali.

Menurut Marissa, ada batas jelas antara apa yang perlu diketahui publik dan apa yang seharusnya menjadi ranah pribadi. Ia bahkan mengajak semua pihak untuk belajar menghargai batas tersebut.

Di sisi lain, Marissa menyinggung bahwa perubahan adalah hal yang pasti terjadi dalam hidup setiap manusia. Seiring bertambahnya usia, seseorang akan terus berkembang dan berubah.

“Semua manusia itu, setiap kita bertambah umur, pasti kita berubah terus,” jelasnya.

Ia bahkan mengibaratkan perubahan itu terjadi hingga ke tingkat sel dalam tubuh. Marissa menekankan bahwa keterbukaan terhadap perubahan sangat penting. Menolak perubahan, menurutnya, justru membuat seseorang sulit mencapai kepuasan hidup.