Bagikan:

JAKARTA - Selamat datang di dunia di mana kenyamanan rumah tak hanya tentang sofa empuk atau pencahayaan lembut. Namun juga tentang kesegaran di balik setiap lapisan kain yang membungkus Anda dalam relaksasi di malam hari. Siapa sangka bahwa selimut, yang sering kali dianggap sebagai ‘penghangat’ pasif memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang higienis dan menyehatkan? 

Artikel ini mengajak Anda menilik lebih dalam tentang kapan dan bagaimana sebaiknya mencuci selimut berdasarkan panduan praktis dari editor rumah tangga Southern Living, dilansir pada Rabu, 5 November, agar rutinitas rumah Anda semakin cerdas dan bergaya. 

Faktor-Utama Sebelum Mencuci

Sebelum menentukan jadwal mencuci, ada beberapa hal penting yang layak Anda pertimbangkan agar cara mencuci selimut berjalan optimal:

  • Frekuensi pemakaian selimut, apakah selimut digunakan harian atau hanya sesekali. 
  • Kehadiran hewan peliharaan atau anggota rumah yang ‘bersentuhan aktif’ dengan selimut. Sentuhan ekstra ini mempercepat kebutuhan pencucian. 
  • Apakah rumah memiliki anggota yang mudah berkeringat, atau pun seseorang dengan alergi yang membuat selimut perlu lebih sering dirawat. 

Dengan memahami kondisi-rumah, Anda akan lebih bijak dalam menentukan kapan saatnya selimut harus “mandi”.

Jadwal Pencucian Berdasarkan Jenis Selimut

Tidak semua selimut layaknya dibuat sama dan demikian juga dengan frekuensi pencuciannya. Berikut panduan khusus yang bisa Anda adaptasi:

  • Selimut yang berada di antara lembaran dan comforter: Jika selimut tidak langsung bersentuhan kulit atau tubuh, cukup dicuci sekali dalam sebulan. Sedangkan untuk selimut besar atau sarung duvet, dianjurkan dicuci setiap dua minggu. 
  • Selimut lempar (throw blankets): Yang sering digunakan untuk momen santai seperti menonton film atau bersantai keluarga. Idealnya dicuci sebulan sekali atau setiap dua bulan. Namun jika selimut digunakan ketika ada anggota sakit atau sering camilan dijatuhkan, maka pencucian sebaiknya segera dilakukan. 
  • Selimut dekoratif: Selimut yang lebih berfungsi sebagai elemen dekorasi daripada penggunaan harian, cukup dicuci satu hingga dua kali per tahun. Bahkan untuk bahan mewah seperti cashmere, pencucian yang terlalu sering justru bisa memendekkan umur kainnya. 

Cara Mencuci yang Tepat Agar Selimut Tetap Awet

Setelah mengetahui “kapan”, kini giliran “bagaimana” agar selimut tetap dalam kondisi terbaiknya:

  • Baca label perawatan: Karena selimut tersedia dalam berbagai bahan misalnya katun, wol, fleece, cashmere, maka mengenal petunjuk perawatan adalah langkah awal yang tidak bisa diabaikan. 
  • Penyesuaian berdasarkan bahan: Katun umumnya bisa dicuci bersama cucian normal. Fleece atau wol, memerlukan pengaturan pencucian yang lebih ‘lembut’. Cashmere atau bahan mewah lainnya idealnya dicuci tangan atau dengan deterjen ekstra‐lembut dan pengaturan pencucian yang sangat hati-hati. 
  • Pengeringan: Bila memungkinkan, biarkan selimut mengering secara alami agar teksturnya tetap terjaga. Jika menggunakan mesin pengering, pilih pengaturan suhu rendah dan pisahkan selimut besar agar tidak terlalu lama di dalam mesin. 

Merawat selimut bukan sekadar urusan kebersihan biasa, ini adalah bagian dari gaya hidup modern yang mengutamakan kenyamanan, kesehatan, dan estetika rumah. Dengan mengikuti panduan dari para ahli serta menyesuaikan dengan kebutuhan rumah sendiri, Anda memberi dimensi baru bagi hunian. Yaitu sebuah ruang yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga segar dan higienis dirasakan.