Bagikan:

JAKARTA - Christine Hakim merasa bangga diarahkan oleh Reza Rahadian dalam film debutnya berjudul Pangku. Di sisi lain, ia tidak menampik Reza sangat kesal karena arahan aktor yang dianggap seperti anaknya tersebut.

“Saya tidak punya anak biologis tapi yang saya rasakan. Selama perjalanan, ibu selalu khawatir sama anak sampai tua. Akan selalu khawatir. Itu lah perasaan saya muncul ketika Reza sama Arya (Ibrahim) membawa skrip plus draft terus mengatakan rencananya film ini syuting 2 bulan lagi,” kata Christine Hakim dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Selasa, 28 Oktober.

Christine Hakim sempat tidak setuju dengan Happy Salma yang merasa Reza harus segera membuat filmnya sebelum usia 40 tahun.

“Saya agak gak sepaham sama teteh (Happy). Tapi saya berpikir gak juga seperti itu karena Reza sudah di film selama 20 tahun. He's very briliant,” katanya.

“Singkat kata, dinamika yang terjadi sampai draft kelima, saya salah. Ternyata memang anak ajaib. Begitu Reza involved di scriptwriting totally dan bisa mencapainya,” jelas Christine.

Lebih lanjut, ia melihat arahan Reza Rahadian terhadap dirinya sangat detail hingga pergerakan napas Christine juga diatur.

“Saya sendiri dikasih tanggung jawab, saya tidak mudah, saya harus masuk yang sebetulnya belum siap ke dunia Pangku sebagai ibu Maya,” kata Christine Hakim.

“Saya ingat (sutradara) Teguh Karya kan mengatur saya dari duduk sampai berdiri kan ya tahu ya, tapi seorang Reza Rahadian, napas saya sampai diatur di film ini. Ada adegan saya mau gendong Bayu terus dia bilang "Ibu, jangan napas ya" katanya.

Ada pun, film Pangku akan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.