JAKARTA - Ayam merupakan salah satu bahan makanan yang populer mengandung sumber protein tinggi. Namun, setiap bagian potongan ayam memiliki kandungan protein, kalori, dan gizi yang berbeda.
Bagian ayam yang sering menuai perdebatan adalah paha dan dada, terutama jika dikonsumsi dalam menu makan diet atau menurunkan berat badan.
Sebenarnya, paha ayam dan dada ayam memiliki keunggulannya masing-masing. Paha ayam terkenal dengan teksturnya yang juicy dan rasanya yang lebih gurih dibandingkan dada ayam.
Paha ayam mengandung lemak yang lebih tinggi, sehingga dagingnya bertekstur lembut. Selain mengandung lemak dan protein, paha ayam juga mengandung zat besi dan zinc yang penting untuk tubuh.
“Paha ayam punya kandungan lemak lebih tinggi, yang membuat dagingnya tetap lembut dan tidak mudah kering,” kata ahli gizi, Bess Berger, dikutip dari Real Simple.
“Selain protein, paha ayam juga mengandung zat besi dan zinc, dua mineral penting untuk metabolisme dan kesehatan darah,” tambahnya.
BACA JUGA:
Sementara dada ayam berasal dari otot dada (pektoral) ayam, dan dikenal sebagai sumber protein tanpa lemak alias lean meat. Kadar lemaknya lebih sedikit sehingga dada ayam termasuk dalam kategori daging putih.
“Dada ayam adalah salah satu sumber protein paling baik,” tuturnya.
Selain itu, dada ayam juga mengandung mikronutrien penting seperti fosfor dan kalium, yang berperan dalam menjaga fungsi otot dan keseimbangan cairan tubuh. Namun, meski kadar lemaknya rendah, tekstur dada ayam bisa agak kering jika dimasak dengan tidak tepat.
Untuk asupan menu makan diet antara paha ayam dan dada ayam, Bess mengatakan semua tergantung kebutuhan dan tujuan diet setiap individu.
“Kalau Anda sedang menjaga asupan lemak atau dalam program penurunan berat badan, dada ayam bisa jadi pilihan terbaik. Tapi kalau Anda ingin rasa yang lebih gurih, tekstur lebih lembut, dan tambahan zat besi serta zinc, paha ayam jawabannya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bess juga menyarankan untuk mengkombinasikan konsumsi antara paha ayam dan dada ayam. Dengan mengkombinasikan keduanya maka menu makanan diet bisa lebih bervariasi dan kebutuhan nutrisi yang beragam bisa dipenuhi dengan baik.
“Mengkombinasikan dada dan paha ayam dalam menu harian bisa membuat makanan Anda lebih bervariasi sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi yang beragam. Bergantian antara keduanya juga membantu menjaga keseimbangan protein tanpa membuat menu terasa membosankan,” pungkas Bess.