JAKARTA — Akhir pekan lalu menjadi momen sibuk bagi Kasing Lung, seniman asal Hong Kong sekaligus pencipta karakter ikonik Labubu.
Menjelang pembukaan pameran ulang tahun ke-10 The Monsters di Shanghai pada hari Minggu, Lung melakukan pemeriksaan terakhir di lokasi pameran yang berlokasi di Rockbund, memastikan setiap detail sesuai dengan harapannya.
Sebelum meninggalkan tempat, ia bahkan menambahkan coretan baru di sebelah potretnya. Hal ini menggambar seluruh anggota keluarga dari seri The Monsters, termasuk Labubu yang kini dikenal di seluruh dunia.
Meskipun Labubu menjadi fenomena global tahun ini, masih sedikit orang yang tahu kisah di balik sosok berbulu dengan senyum bergigi tajam tersebut. Pameran bertajuk “Monsters by Monsters: Now and Then”, hasil kurasi bersama antara How2Work dan Pop Mart. Ini menjadi pembuka tur dunia mereka, bertepatan dengan Shanghai Fashion Week.
Dilansir dari laman WWD, pameran ini dirancang agar pengunjung bisa mengenal seluruh karakter dan cerita di balik dunia The Monsters dalam suasana yang imersif.
Salah satu daya tarik utamanya adalah patung Kingmon setinggi enam meter yang mengarah ke Menara Oriental Pearl, ikon kota Shanghai. Ada pula dinding besar yang tersusun dari 1.100 boneka Labubu buatan Pop Mart, serta ruang ajaib di akhir tur yang menampilkan seluruh karya dan versi Labubu dalam satu tempat.
Namun hal paling istimewa adalah sisi edukatifnya. Pameran ini menampilkan sekitar 300 manuskrip dan karya asli Kasing Lung yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
“Saya ingin orang-orang melihat bagaimana dunia The Monsters terbentuk. Mulai dari sketsa awal hingga karakter yang dikenal sekarang,” ujar Lung.
Lung menciptakan The Monsters Universe pada tahun 2015, menghadirkan karakter seperti Mokoko, Spooky, Tycoco, Yaya, Puca, Pippo, Vos, Monster Boy, Pato, dan Zimomo, pemimpin klan Labubu.
Produksi figur plastik karakter-karakter ini dikerjakan oleh How2Work, studio desain yang berbasis di distrik Kwun Tong, Hong Kong.
BACA JUGA:
Kerja sama mereka berawal pada 2011, saat Lung menjadi ilustrator buku anak-anak yang diterbitkan bersamaan dengan figur koleksi.
Pada 2019, Lung menandatangani perjanjian lisensi dengan Pop Mart, raksasa mainan asal China. Sejak itu, Labubu berubah menjadi boneka berbulu (plush doll) dan koleksi blind box, kotak berisi mainan acak yang membuat kolektor berburu edisi tersembunyi.
Kepopuleran Labubu mendunia terutama karena seri ketiga boneka Labubu “Big Into Energy”yang dirilis Pop Mart pada April lalu.
“Saya tak menyangka Labubu, yang awalnya hanya karakter pendukung, bisa menjadi fenomena global,” kata Lung kepada WWD.
"Ceritanya sebenarnya cukup gelap. Bukan untuk anak-anak, tapi anak-anak tetap bisa menikmatinya," lanjutnya.
Inspirasi dunia The Monsters banyak datang dari mitologi Nordik dan kisah rakyat Eropa Utara. Lung, yang lahir di Hong Kong dan kini tinggal di Belgia menyebutkan ia juga terinspirasi dari komik masa kecilnya seperti The Smurfs.
“Bagi saya, Smurf itu juga monster, tapi monster yang lucu,” ungkapnya.
"Dari sanalah ide untuk menciptakan Labubu muncul," lanjutnya.
Pameran ini berlangsung hingga 8 November dan menggunakan sistem reservasi online melalui WeChat Miniprogramserta platform Damai.
Setiap harinya akan ada undian berhadiah (raffle) untuk mendapatkan koleksi Labubu langka buatan How2Work, serta dua versi tas hadiah eksklusif Shanghai berisi boneka Labubu berbulu hitam dengan kaus bertuliskan angka 10.
Bersamaan dengan pameran, brand mewah asal Prancis Moynat meluncurkan kolaborasi eksklusif dengan Kasing Lung berupa tas tangan dan aksesori kulit.
“Banyak yang bertanya kapan saya akan berkolaborasi dengan merek mewah dan Moynat adalah pilihan utama saya,” ujar Lung.
Acara peluncuran diadakan di butik Moynat, Pudong IFC, disusul dengan makan malam eksklusif di restoran berbintang Michelin Fu 1015.
Hidangan khas Shanghai seperti babi kecap dengan rebung, ikan goreng saus manis asin, dan es krim susu kedelai dengan adonan goreng renyah disajikan kepada tamu undangan. Lung dengan sabar menandatangani setiap boneka Labubu yang dibawa penggemar.
Setelah Shanghai, Lung dan Moynat akan melanjutkan tur ke Art Basel Paris dalam dua minggu mendatang. Koleksi kolaborasi ini juga akan dijual di beberapa butik Moynat di kota-kota terpilih di seluruh dunia.
Selain itu, Kasing Lung tengah menyiapkan buku cerita bergambar terbaru yang dijadwalkan rilis pada 2026, dengan deretan karakter baru dan kali ini Labubu akan menjadi tokoh utama.