JAKARTA - Konsorsium Panen Raya Nusantara (PARARA) kembali menghadirkan PARARA Mini Festival 2025. Festival ini akan digelar di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, dengan mengusung tema #CareEatLove.
Festival tersebut akan menjadi ruang untuk perayaan pangan lokal, tradisi nusantara, serta produk komunitas adat yang bertujuan untuk mendekatkan kembali masyarakat Indonesia, terutama generasi muda.
Pageralan festival ini sejalan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2025, yang menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan sistem yang adil. hingga damai. Diharapkan dengan festival ini membangun kesadaran publik untuk lebih menghargai pangan lokal, mendukung produsen, UMKM, serta masyarakat adat.
“Tahun ini, Festival PARARA kembali hadir dengan lebih dari 16 komunitas dan menampilkan produk unggulan mereka mulai dari pangan sehat, kerajinan, hingga karya fashion yang terinspirasi dari kain tradisi,” kata Ketua Steering Committte PARARA, Anang Setiawan, saat konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin, 8 September 2025.
Di festival tersebut, terdapat berbagai aktivitas, seperti talkshow & diskusi seputar pangan lokal, tradisi nusantara, dan isu lingkungan, yang bisa bermanfaat bagi para pengunjung, khususnya generasi muda.
BACA JUGA:
Terdapat juga demo masak berbahan pangan lokal bersama Chef Laode (MasterChef Indonesia) dan Chef Ragil (NUSA Indonesian Gastronomy), workshop kreatif membuat kerajinan, merajut noken Papua dari benang kulit kayu serta membuat boneka jari, hingga diskusi buku kuliner & wastra nusantara.
“Tahun ini kami ingin lebih dekat dengan generasi muda di perkotaan, mengajak mereka menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari gaya hidup,” tambahnya.
“Petani sudah menyediakan bahan, pemerintah mendukung. Sekarang giliran anak muda untuk menghidupkan kembali pangan lokal, misalnya lewat media sosial atau gaya hidup sehari-hari. Kesadaran akan asal-usul pangan akan berdampak pada tubuh, lingkungan, dan produsen,” lanjut Chef Laode.
Sementara itu, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat turut berkolaborasi dalam festival ini. Christriyati Ariani, Ketua Tim Kerja Gerakan Pangan Lokal Nusantara, menegaskan pentingnya mengangkat pangan masyarakat adat ke ruang publik agar semakin dikenal secara luas.
“Banyak komunitas adat memiliki kearifan pangan yang sejalan dengan keberlanjutan. Pemerintah mendukung penuh kolaborasi ini agar pangan lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga mendapat tempat dalam konsumsi sehari-hari,” pungkas Christriyati.