JAKARTA - Asia Tenggara dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman pisang di dunia. Mulai dari bentuk kecil mungil hingga yang bertekstur lembut menyerupai es krim, setiap jenis pisang memiliki ciri khas rasa serta kegunaannya sendiri.
Tidak hanya menjadi buah konsumsi sehari-hari, pisang juga sering hadir dalam berbagai hidangan tradisional di kawasan ini. Berikut 4 jenis pisang terbaik dari Asia Tenggara versi Taste Atlas, seperti dilansir dari laman resminya.
1. Pisang Latundan
Pisang Latundan adalah hasil hibrida triploid dari Musa acuminata × Musa balbisiana. Pisang ini berasal dari Filipina, namun juga populer di berbagai negara Asia Tenggara dan India.
Ukuran pisang ini lebih kecil dibandingkan pisang Cavendish yang sudah dikenal luas. Kulitnya lebih tipis dengan panjang sekitar 10–12,5 cm. Ciri khas utama pisang Latundan adalah tekstur dan rasanya yang lembut serta manis segar.
2. Pisang Mas (Lady Finger)
Pisang Mas atau Lady Finger adalah jenis pisang kecil dengan rasa yang sangat manis. Pisang asal Malaysia ini berukuran lebih ramping daripada pisang Cavendish, dengan panjang sekitar 10–15 cm.
Keunggulan utama pisang Mas ada pada rasa manisnya yang sering disamakan dengan madu, serta teksturnya lembut dan agak creamy. Kulitnya tipis dan dagingnya tidak sepadat jenis pisang besar lainnya, sehingga terasa ringan ketika dimakan.
BACA JUGA:
3. Pisang Raja
Pisang raja berasal dari Indonesia. Nama 'raja' bukan sekedar sebutan pisang. Julukan ini menggambarkan kualitasnya yang dianggap istimewa.
Pisang Raja terkenal dengan rasa manisnya yang nikmat, teksturnya yang creamy, serta sedikit aroma citrus yang menyegarkan. Tidak heran jika jenis ini menjadi favorit untuk dimakan langsung maupun diolah menjadi berbagai makanan tradisional.
4. Pisang Blue Java
Pisang Blue Java, atau sering disebut Ice Cream Banana, adalah varietas unik yang memiliki kulit berwarna kebiruan saat masih mentah, lalu berubah menjadi kuning pucat ketika matang.
Ciri khasnya ada pada tekstur lembut menyerupai es krim dengan rasa mirip vanila. Jenis ini termasuk dalam kelompok Musa acuminata × Musa balbisiana (ABB Group). Awal pisang blue java ini berasal dari Asia Tenggara dan kini banyak dibudidayakan di wilayah tropis seperti Hawaii, Fiji, dan Filipina.
Pisang Latundan adalah hasil hibrida triploid dari Musa acuminata × Musa balbisiana. Pisang ini berasal dari Filipina, namun juga populer di berbagai negara Asia Tenggara dan India.
Ukuran pisang ini lebih kecil dibandingkan pisang Cavendish yang sudah dikenal luas. Kulitnya lebih tipis dengan panjang sekitar 10–12,5 cm. Ciri khas utama pisang Latundan adalah tekstur dan rasanya yang lembut serta manis segar.