Bagikan:

JAKARTA - Aktris Nirina Zubir mengungkapkan pengalaman batin yang luar biasa berat saat melakoni perannya di film horor terbaru, Panggilan dari Kubur.

Ia mengaku ada satu adegan yang paling tidak ia sukai dan membuatnya hancur, yaitu saat harus memandikan jenazah anaknya, sebuah ketakutan terbesar bagi setiap orang tua.

Nirina secara jujur mengakui bahwa adegan tersebut sangat menguras emosinya karena bersinggungan langsung dengan perannya sebagai seorang ibu di kehidupan nyata.

"Jadi, salah satunya yang aku paling nggak suka adalah adegan aku memandikan mayat itu. Gimana pendalamannya? Saya mencoba memendam, nggak mendalami karena takut, maksudnya itu kan horor yang paling tidak diinginkan sama orang tua ya. Amit amit amit amit," ungkap Nirina di kawasan Jakarta Pusat.

Rasa takutnya begitu besar hingga ia sempat memohon kepada tim produksi agar adegan tersebut dihilangkan dari naskah.

"Bahkan aku sempat ngomong gitu, 'Itu adegannya boleh di-take out nggak sih? Kayak, kayak boleh nggak sih?' gitu. Karena takut, takutnya luar biasa gitu," lanjutnya.

Meskipun pada akhirnya ia harus melakukannya secara profesional, Nirina menggambarkan betapa hancurnya perasaan saat memainkan adegan tersebut.

"Jadi untuk, untuk aku memainkan ini tuh, wuh, hancurnya parah gitu. Jadi benar-benar pas lagi dari baca aja udah, ah, udah lemas gitu," bebernya.

Nirina menjelaskan kalau proses produksi film Panggilan dari Kubur ternyata sempat diwarnai dengan perdebatan alot.

Ia mengungkapkan bahwa ada satu adegan krusial yang ia minta untuk dihapus karena dirasa terlalu berat secara emosional, namun permintaan tersebut ditolak oleh tim produksi demi keutuhan cerita.

Nirina tak ragu menceritakan upayanya untuk menghindari adegan memandikan jenazah anak yang menjadi momok baginya sejak awal proses reading.

"Bahkan sempat ada perdebatan, 'Boleh nggak sih di-take out yang bagian ini?'" kenang Nirina.

Namun, tim produksi memiliki alasan kuat untuk mempertahankannya.

"'Oh, sorry, tapi nggak bisa. Ini soalnya memang kita penggambaran sebegitu pentingnya adegan ini', dan aku kayak 'Oh, oke'," jelasnya.

Meskipun harus melewati adegan tersebut, Nirina bersyukur proses syutingnya berlangsung cepat. Menurutnya, seluruh tim merasakan beban emosional yang sama, sehingga mereka bekerja efisien untuk melewatinya.

"Kita syuting itu nggak lama ya Mas ya? Pas bagian itu, makanya jiwa kita itu capek nya luar biasa," ujarnya.

"Tapi ya itu karena udah kita hindari adalah luka atau borok yang tidak mau kita sentuh jadi adegan itu untungnya cepat benar-benar semuanya tek tek tek yaudah kita bisa melewati itu dengan cepat. Kalau nggak sih wah bisa lebih hancur lagi sih," tutup Nirina.