Bagikan:

YOGYAKARTA – Di bidang teknik sipil, manajemen konstruksi adalah pengetahuan yang harus dimiliki sekaligus diterapkan. Kegiatan manajemen dilakukan bahkan sebelum kegiatan konstruksi dilakukan. Untuk memahami lebih lanjut ilmu manajemen konstruksi, simak artikel berikut ini.

Manajemen Konstruksi Adalah Kegiatan Penting

Dalam buku yang berjudul Manajemen Proyek Konstruksi, dijelaskan bahwa manajemen konstruksi adalah usaha yang dilakukan lewat proses manajemen. Proses tersebut mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan proyek dari awal sampai akhir.

Pengendalian dilakukan dengan mengalokasikan sumber daya seefektif dan seefisien mungkin demi hasil dan sasaran yang diinginkan. Adapun sumber daya yang dimaksud adalah Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Man-power (tenaga manusia), Market (pasar), dan Methode (metode) serta Information (informasi), Space (ruang) dan Time (waktu).

Dalam dunia teknik sipil, manajemen konstruksi biasanya dilakukan oleh tenaga ahli, bisa berupa individu atau tim. Contoh posisi yang melakukan manajemen konstruksi adalah Construction Manager, Project Manager, Site Manager/Site Engineer, dan masih banyak lagi.

Fungsi Manajemen Konstruksi

Di buku berjudul Buku Ajar Manajemen Kontruksi yang ditulis oleh Candra Yuliana, dijelaskan bahwa fungsi manajemen konstruksi secara rinci adalah sebagai berikut.

  1. Fungsi Manajemen Konstruksi Tahap Perencanaan
  • Membantu pemilik proyek untuk menyusun program berdasarkan keinginan/kebutuhan serta didasarkan pada kendala pemilik proyek
  • Melakukan seleksi terhadap unsur proyek yang akan terlibat sesuai kualifikasi yang dibutuhkan
  1. Fungsi Manajemen Konstruksi Tahap Perancangan
  • Pada tahap Pra Rancangan berfungsi untuk mengatur jadwal desain, memberikan masukan, dan memberikan input pada perancang
  • Pada tahap Pengembangan Rancangan berfungsi untuk membuat dan “Up Date” jadwal proyek, membuat estimasi biaya proyek, dan memberi alternatif pemecahan yang berkaitan dengan detail desain, pelaksanaan, dan waktu
  • Pada tahap Rancangan Akhir berfungsi untuk memberi review pada gambar, memeriksa tanggung jawab kontraktor terhadap keselamatan maupun keamanan proyek serta memastikan alat dan sarana penunjang lain.
  1. Fungsi Manajemen Konstruksi Tahap Lelang
  • Menyusun metode pemilihan kontraktor yang akan mengerjakan proyek
  • Menyiapkan kriteria prakualifikasi peserta lelang/tender
  • Mengundang minat kontraktor pada proyek yang akan dibuat
  • Membantu menyaring kontraktor bersama pemilik proyek atau tim yang ditunjuk
  • Membantu pemilik proyek menyelenggarakan lelang
  • Menyusun kriteria evaluasi lelang
  • Melakukan evaluasi lelang
  • Melakukan negosiasi dengan kontraktor
  • Menyusun kontrak dan SPK
  1. Fungsi Manajemen Konstruksi Tahap Pelaksanaan
  • Pengendalian proyek
  • Pengendalian biaya
  • Perijinan dan ongkos-ongkos
  • Konsultan/penasehat bagi pemilik proyek
  • Sebagai supervision dan inspection
  • Membantu interpretasi dokumen
  • Membuat gambar kerja dan sampel
  • Membuat laporan dan pencatatan
  • Mengatur kegiatan pembelian
  • Mendata penyelesaian bagian-bagian pekerjaan
  • Mengawasi pelaksanaan “start up” dan “testing”

Manajemen konstruksi adalah kegiatan yang penting dilakukan. Pemilik proyek akan sangat terbantu dengan keberadaan manajemen tersebut. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+