JAKARTA - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan praktis, pengalaman belanja pun ikut berevolusi. Konsumen masa kini tidak hanya mencari produk, tapi juga kenyamanan, kecepatan layanan, dan integrasi antara toko fisik dan digital.
Tak sedikit pembeli saat ini ingin bisa mengecek stok secara online, belanja di toko tanpa antre lama, dan tetap mendapatkan pelayanan personal. Fenomena ini mendorong ritel untuk bertransformasi, agar tetap relevan dengan ekspektasi pelanggan yang makin tinggi.
Tidak heran, banyak pelaku bisnis mulai berinvestasi dalam teknologi agar proses operasional bisa berjalan lebih gesit dan efisien, salah satunya dilakukan oleh Kawan Lama Group yang kini mulai berbenah secara digital untuk menjawab tantangan zaman.
Perusahaan ini resmi memulai langkah besar menuju digitalisasi dengan mengimplementasikan RISE with SAP, sebuah solusi berbasis cloud dari SAP yang mendukung sistem Enterprise Resource Planning (ERP) modern.
Selama lebih dari satu dekade, Kawan Lama menggunakan sistem ERP lama yang kini dinilai tidak lagi memadai, terutama dalam menghadapi percepatan ekspansi dan kompleksitas data lintas unit bisnis. Proses manual yang berbelit, kurangnya visibilitas stok, serta fragmentasi data menjadi tantangan utama dalam melayani jutaan pelanggan di seluruh Indonesia.
"Kami tumbuh dengan sangat cepat dan menyadari sistem kami harus mampu mengikuti laju tersebut. SAP memberi kami solusi untuk beroperasi secara lebih efisien, berkembang lebih cepat, dan melayani pelanggan dengan lebih baik,” ujar Renaldi Tjahaya, Chief Information Officer Kawan Lama Group.
BACA JUGA:
Dengan adopsi sistem ERP berbasis cloud ini, seluruh unit Kawan Lama kini terhubung dalam satu platform digital yang memusatkan data, menyederhanakan proses operasional, dan memperkuat strategi omnichannel perusahaan.
Salah satu perubahan signifikan adalah kemampuan staf untuk mengakses data stok real-time antar outlet, yang sebelumnya menjadi titik lemah dalam pelayanan konsumen.
"Transformasi ke ranah digital adalah langkah penting dalam perjalanan mereka menjadi perusahaan yang cerdas dan siap menghadapi masa depan,” ungkap Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia.
Selain memperbaiki sistem layanan pelanggan, transformasi ini juga menjadi pijakan awal Kawan Lama dalam memperkuat sektor manufaktur dan rantai pasok lokal. Perusahaan menargetkan peningkatan akurasi dalam peramalan kebutuhan pasar, mengurangi risiko kekosongan barang, serta menciptakan strategi promosi yang lebih tepat sasaran seluruhnya berbasis data real-time.
Langkah strategis ini menunjukkan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang makin serba cepat dan digital, dunia usaha pun harus menyesuaikan ritme. Di banyak lini, perubahan atau transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk tumbuh dan melayani dengan lebih baik.