Bagikan:

JAKARTA - Mima Shafa menjadikan film A Normal Woman sebagai debutnya dalam akting. Dalam film ini, ia berperan sebagai Angel, anak satu-satunya dari pasangan Milla (Marissa Anita) dan Jonathan (Dion Wiyoko).

Melalui peran pertamanya, Mima merasa berjodoh dengan karakternya yang memiliki dinamika dalam menghadapi permasalahan orang tuanya.

“Pasti kita dalam hidup ini gak hidup sendirian dan kita hidup sama keluarga. Menurut aku, anak tidak punya tanggung jawab atas apa yang orang tuanya lakukan karena anak tidak punya keputusan untuk hidup dari orang tua,” kata Mima Shafa dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Rabu, 23 Juli.

“Yang aku lihat, peran Angel ini interesting, dia muda tapi dia mengerti dan memahami orang tuanya,” katanya.

Karakter Angel juga memiliki permasalahan tersendiri yang relevan dengan apa yang dialami generasi jaman sekarang. Ia juga mengaku pernah merasakan seperti karakternya.

“You gotta cut the ties the generational trauma jadi apa yang dia lakukan itu what the parents did beforehand. Angel was brave enough to cut the ties,” jelas Mima Shafa.

“Karena aku sendiri walau Angel lebih muda dari aku tapi aku merasakan bahwa gen-z sekarang lebih well aware dan open minded karena eksposi informasi. Karakter ini kayak jodoh karena di dunia nyata, aku jadi yang pertama mengalami. Sebenernya setiap orang itu responsnya beda,” katanya.

Di sisi lain, sutradara Lucky Kuswandi mengungkap ketertarikannya membuat A Normal Woman berawal dari mempelajari apa itu makna penyembuhan.

“Seringkali itu mengangga[ self improvement tapi ternyata self retirieval itu mengambil diri kita yang hilang. Aku tertarik dengan idea of yang aku pikir kita tidak mengalami Milla tapi merasa momen terhapus karena menjalani peran,” kata Lucky Kuswandi.

“Akan ada titik mungkin kita tidak menyadari itu tidak normal. Yang paling intelijen itu tubuh kita yang memberi alarm. Dalam bentuk Milla itu skin rash. It’s the way tubuh kita berkomunikasi,” katanya.