Bagikan:

YOGYAKARTA – Pemerintah menginisiasi Sekolah Garuda yang diperuntukan bagi siswa unggulan dengan prestasi di atas rata-rata. Selain itu siswa dengan kriteria tertentu juga akan menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Meski belum resmi dibentuk, rendana pendirian Sekolah Garuda menuai respon positif. Masyarakat sendiri mengela Sekolah Garusda sebagai salah satu inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto.

Mengenal Sekolah Garuda

Sekolah Garuda adalah salah satu rencana yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto terkait Asta Cita penguatan SDA Indonesia dan ekosistem sains dan teknologi.

Sekolah Garuda sengaja dirancang untuk memberi akses pendidikan berkualitas tinggi di bidang sains dan teknologi. Sekolah tersebut diperuntukan bagi anak-anak di Indonesia, khususnya dari keluarga dengan latar belakang ekonomi kurang mampu.

Dilansir dari Antara, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) saat ini sudah memiliki dua skema pelaksanaan Sekolah Garuda, yakni sebagai berikut.

  • Sekolah Garuda Transformasi

Skema ini akan melibatkan transformasi SMA dan MA yang sebelumnya sudah ada sehingga sekolah tersebut mampu bersaing global. Berikut daftar 12 Sekolah Garuda Transformasi yang sudah mulai berjalan.

  1. SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Aceh
  2. SMA Unggul Del, Sumatera Utara
  3. MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan
  4. SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta
  5. SMA Cahaya Rancamaya, Jawa Barat
  6. SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah
  7. SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah
  8. SMAN Banua Kalsel, Kalimantan Selatan
  9. SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur
  10. MAN Insan Cendekia Gorontalo, Gorontalo
  11. SMAN Siwalima Ambon, Maluku
  12. SMA Averos, Papua Barat Daya
  • Sekolah Garuda Baru

Skema ini diarahkan untuk membangun SMA baru di wilayah tertentu yang belum terdapat akses pendidikan berkualitas. Saat ini pembangunan Sekolah Garuda Baru sudah dilakukan di tiga tempat yakni kota Soe Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, dan Nabire Papua Tengah. Rencananya sekolah ini akan mulai beroperasi saat tahun ajaran 2026/2027.

Sekolah Garuda Baru diproyeksi mampu menampung 160 siswa per angkatan. Biaya pendidikan seluruh siswa tersebut sebesar 80 persen akan ditanggung oleh pemerintah, sisanya harus dibayar secara mandiri.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menjelaskan, nantinya Sekolah Garuda akan menerapkan sistem asrama. Dengan begitu pelajar dari seluruh wilayah Indonesia bisa hidup dan belajar bersama, serta memiliki pemahaman lintas budaya serta daerah.

"Anak dari Aceh bisa tinggal di Papua, anak dari Jawa bisa belajar di Nusa Tenggara Timur. Mereka akan saling memahami dan menghargai perbedaan," ujar Stella Christie.

Selain mengenal Sekolah Garuda, dapatkan informasi menarik lainnya dengan mengunjungi VOI.id.