Bagikan:

JAKARTA - Empat orang dikabarkan bersalah atas meninggalnya aktor Matthew Perry. Dokter Salvador Plasencia dinyatakan bersalah setelah terungkap memberikan ketamin kepada sang aktor.

Selain dokter, empat orang lainnya adalah asisten Perry, Kenneth Iwamasa yang menyuntikkan ketamin pada hari kematiannya. Kemudian pemilik klinik ketamin Mark Chavez dan Erik Fleming.

Saat ini, empat orang sudah divonis bersalah, tersisa satu orang yaitu Jasveen Sangha yang disebut sebagai pengedar ketamin yang menghubungkan transaksi antara Perry dengan dokter.

Melansir LA Times, dokter Plasencia mengajukan pembelaan atas empat tuduhan distribusi ketamin dan ia terancam hukuman penjara hingga 40 tahun.

Matthew Perry ditemukan meninggal di bak mandi di rumahnya pada 28 Oktober 2023. Hasil otopsi menyatakan ketamin menjadi penyebab utama bintang Friends itu meninggal.

Ia diterungkap mengonsumsi ketamin secara legal dengan konsultasi dokter, namun ia lepas dari perawatan untuk masalah depresi.

Menurut jaksa, dokter Plasencia tidak hanya memberi ketamin kepada Perry di luar praktisi namun juga mengajari Iwamasa untuk menyuntikkan ketamin kepada sang aktor. Karena melihat Matthew Perry sebagai sumber penghasilan, ia mulai merancang untuk memberi ketamin sebulan sebelum kematiannya.

“Aku pikir seberapa besar si bodoh (Matthew Perry) ini mau membayar. Ayo kita cari tahu,” tulis dokter Plasencia dalam pesan yang diungkap ke publik.

Iwamasa kemudian memesan delapan dosis ketamin dan menyebutkan sebagai “dr pepper”. Dosis yang besar itu membuat tekanan darah Perry mulai meningkat.

Pada hari kematiannya yaitu 28 Oktober, Iwamasa menyuntik 15 dosis ketamin kepada Matthew Perry yang diberikan oleh Sangha.

Selain itu, persidangan Jasveen Sangha dijadwalkan pada Agustus mendatang, berubah dari jadwal awal yaitu Maret.