Bagikan:

YOGYAKARTA - Akhir-akhir ini kita makin akrab dengan istilah self-care. Tapi perlu digarisbawahi, self-care bukan cuma tentang skincare mahal atau staycation. Self-care yang sejati adalah perawatan diri yang menyentuh semua sisi kehidupan, atau dikenal sebagai aspek holistik.

Dalam kehidupan sehari-hari yang penuh tuntutan, menjaga keseimbangan bukanlah hal mudah. Nah, berikut ini aspek holistik dari self-care yang penting dipahami.

1. Menyeimbangkan waktu dan mengelola stres

Mengatur waktu biar seimbang antara pekerjaan dan waktu istirahat, sangat penting untuk kesehatan mental. Baik Anda bekerja dari rumah maupun kantor, penting untuk menetapkan batasan waktu dan mengenali “pencuri waktu” yang membuat Anda sulit berhenti bekerja. Ingat, kesehatan mental Anda sama berharganya dengan produktivitas kerja.

aspek holistik dari self-care
Ilustrasi aspek holistik dari self-care (Freepik)

2. Batasan sehat dalam hubungan sosial

Hubungan sosial adalah bagian penting dari kehidupan, namun juga bisa menguras energi jika tidak dikelola dengan bijak. Mengutip Perspectives Center for Holistic Therapy, Jumat, 13 Juni, penting untuk Anda belajar mengenali kapan saat merasa lelah secara emosional, dan jangan ragu mengatakan “tidak” ketika dibutuhkan. Pilihlah relasi yang saling mendukung dan memperkuat Anda.

3. Welas asih dalam lingkungan sosial

Hubungan Anda dengan lingkungan pribadi turut memengaruhi kondisi psikologis. Salah satu cara menjaganya adalah dengan membangun penerimaan diri. Latihan menumbuhkan kasih sayang, kebaikan, dan cinta untuk diri serta orang lain merupakan sarana kuat untuk mengurangi penilaian negatif terhadap diri dan meningkatkan rasa kasih terhadap sesama.

4. Kesejahteraan finansial

Mengatur keuangan secara seimbang penting untuk menjaga ketenangan batin. Stres finansial sering kali memicu kecemasan, apalagi di masa sulit atau saat hari-hari besar. Ingatlah, nilai suatu pemberian terletak pada niat dan makna, bukan harganya. Penting dipahami, kreativitas dan perhatian kecil lebih bermakna daripada pengeluaran besar.

aspek holistik dari self-care
Ilustrasi aspek holistik dari self-care (Freepik/prostooleh)

5. Kesehatan fisik

Kesejahteraan fisik mencakup kebiasaan yang menjaga tubuh tetap sehat. Seperti dengan rutin olahraga, makan makanan bergizi, tidur cukup, dan mencukupi cairan tubuh. Aktivitas fisik seperti jalan pagi, yoga, atau berolahraga ringan dapat memperkuat koneksi antara tubuh dan pikiran.

6. Kesejahteraan intelektual

Menjaga pikiran tetap aktif juga bagian dari self-care. Ini bukan soal akademis, tapi soal rasa ingin tahu dan menemukan hal baru. Anda bisa membaca buku, menonton dokumenter, ikut kegiatan komunitas, atau mengejar hobi yang memberi semangat.

7. Kesejahteraan emosional

Aspek ini berhubungan erat dengan kestabilan mental Anda. Luangkan waktu untuk menyadari perasaan, berlatih mindfulness, dan jangan ragu mencari bantuan profesional jika dibutuhkan. Menjaga kesehatan emosional adalah wujud kasih sayang tertinggi pada diri sendiri.

8. Kesejahteraan spiritual

Aspek ini sering dilupakan. Padahal mencari makna hidup, bersyukur, atau sekadar duduk tenang tanpa ponsel adalah bentuk perawatan batin. Tak selalu soal agama, tapi bisa berupa mencari makna, melakukan refleksi diri, berdoa, atau menikmati alam. Intinya, kesejahteraan spiritual memberi ruang untuk pertumbuhan batin. Untuk mendapatkannya, bisa dengan meditasi, doa, bersyukur, atau menghabiskan waktu di alam untuk menenangkan batin dan mengenal diri lebih dalam.

Aspek holistik dari self-care di atas, bisa didapat dengan sejumlah cara. Bahkan cara yang biasa Anda lakukan saat perawatan diri, juga bisa bermanfaat untuk pertumbuhan diri, perawatan jiwa, dan kesejahteraan lahir serta batin.