Bagikan:

JAKARTA - Lari tengah menjadi salah satu olahraga yang diganderungi banyak orang. Tak heran beberapa ajang lari ramai diikuti. Baik itu, fun run 5k, 10k, half hingga full marathon juga ramai digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, ternyata untuk mengikuti ajang lari tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini disampaikan oleh Coach Zeza Fahlevi jelang ajang One Run 10K. Kesiapan fisik perlu diperhatikan agar pelari bisa finish dengan baik.

"Strength training jangan lupa dilakuin, karena itu penting, agar tidak mudah cedera di di tengah perjalan, agar terhindar dari keram. Karena lintasan yang dilalui tidak selalu mendatar, bisa berupa tanjakan," ungkap Coach Zeza Fahlevida saat ditemui dalam  konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain persiapan kekuatan, istirahat dan asupan nutrisi juga menjadi poin penting bagi para calon pelari di setiap ajang.

"Hal yang tak kalah penting carbo loading, menjaga hidrasi, dan istirahat cukup," lanjutnya.

"Banyak orang yang mengabaikan istirahat, jam tidurnya kurang, itu sangat berpengaruh. Apalagi pelari yang ingin mengejar PB (Personal Best atau rekor pribadi), karena kalau  istirahatnya kurang, otomatis heart rate akan tinggi dan itu berisiko," jelas Reza.

Ajang One Run 10K sendiri menargetkan kuota yang sudah terisi penuh, yakni sebanyak 5.000 peserta. Sama seperti tahun sebelumnya ada dua kategori yang tersedia yaitu 10K dan 5K.

“Penyelenggaraan One Run 10K 2025 sebagai bukti konsistensi tvOne sebagai race owner untuk menggelar lomba lari yang berkualitas. Melalui semangat ini tvOne berharap dapat terus berkembang menuju masa depan yang terus berprogres positif dari waktu ke waktu” kata Ecep Suwardaniyasa selaku Ketua Panitia One Run 10K.