Bagikan:

JAKARTA - Buah memiliki peran penting dalam pola makan sehat, karena menjadi pelengkap nutrisi harian setiap individu. Kebanyakan orang mengonsumsi buah setelah makan besar, seperti makan nasi.

Padahal, pada dasarnya konsumsi buah setelah makan sebenarnya tidak disarankan. Kebiasaan ini dapat mengganggu kesehatan tubuh, seperti di bawah ini.

  1. Membuat lonjakan kadar gula darah

Dikutip dari Times of India, mengonsumsi beberapa buah setelah makan dapat meningkatkan gula darah secara tiba-tiba. Misalnya adalah satu buah pisang yang mengandung sekitar 20 gram karbohidrat.

Pisang jika dimakan setelah makan nasi dan sajian lain yang tinggi karbohidrat dapat meningkatkan beban glikemik keseluruhan, yang berpotensi mempengaruhi kadar gula darah.

  1. Kenaikan berat badan

Makan buah setelah makan dapat membantu berat badan merupakan anggapan yang populer, padahal tidak benar. Ini karena semua buah mengandung kalori. Jika buah dikonsumsi setelah makan besar, maka buah hanya akan menambah asupan kalori tanpa ada manfaat berlebih, sehingga bisa menambah berat badan.

  1. Terjadinya efek FODMAP

Makan buah setelah makan besar juga dikhawatirkan dapat meningkatkan molekul yang dapat difermentasi atau yang dikenal sebagai FODMAP. FODMAP biasa ditemukan pada buah seperti apel dan pir.

Pada dasarnya, buah dicerna lebih cepat daripada kebanyakan makanan lainnya. Namun, jika dipadukan dengan makanan lebih berat, buah akan tetap berada dalam usus dalam waktu yang lebih lama dan berpotensi mengalami fermentasi serta memicu kembung.