Bagikan:

JAKARTA - Di era media sosial seperti sekarang, penampilan bukan lagi soal mengubah diri secara drastis, melainkan soal memperbaiki sedikit demi sedikit agar mendapatkan hasil yang alami.

Inilah yang menjadi dasar tren kecantikan baru yang dikenal dengan istilah tweakments di kalangan Gen Z yang tumbuh di era digital.

Tweakments adalah berbagai prosedur non-bedah yang bertujuan menyempurnakan penampilan. Sejumlah perawatannya mencakup botox ringan, filler, lip flip, perawatan kulit dengan laser atau LED mask, hingga non-surgical rhinoplasty (pembentukan hidung tanpa operasi). Prosedur ini dianggap lebih aman, cepat, dan minim pemulihan.

Belakangan ini, banyak influencer mulai buka-bukaan soal prosedur yang mereka jalani demi mendapatkan tampilan yang terlihat natural. Salah satunya konten kreator asal Australia, Sarah Gardner yang baru-baru ini membagikan video TikTok dengan foto selfie di slide pertama.

“Wajah alami seorang perempuan 27 tahun,” tulisnya, dikutip dari laman news.com.au.

Namun di slide berikutnya, ia membocorkan telah melakukan delapan prosedur, mulai dari Botox di dahi, penggunaan tretinoin dan antibiotik untuk jerawat, botox masseter untuk mengecilkan rahang, dua kali rhinoplasty non-bedah (pembentukan hidung tanpa operasi), brow lift (angkat alis), lip flip (membentuk bibir atas), dan masker LED.

“Aku enggak merasa harus selalu transparan, tapi menurutku menyenangkan  kalau audiens tahu kalau kamu pernah melakukan prosedur tertentu,” ucapnya.

Dr. Josh Wall, Direktur Medis dan Pendiri Contour Clinics, membenarkan bahwa tweakments makin digemari.

“Semakin banyak orang yang datang karena mereka ingin menjauh dari tampilan yang terlihat palsu dan berlebihan,” ujarnya.

“Tujuan utama dari tweakment adalah supaya enggak ada yang tahu kalau kamu habis melakukan sesuatu, kamu tetap terlihat seperti dirimu sendiri," lanjutnya.

Menurutnya, alasan utama orang melakukan tweakment adalah untuk merasa lebih percaya diri.

“Tweakment bisa sangat meningkatkan rasa percaya diri seseorang tanpa harus mengubah bentuk wajah mereka,” kata dr. Wall.

“Beberapa orang mungkin mempertimbangkan operasi nantinya, tapi ingin mencoba langkah yang lebih ringan dulu. Prosedur ini lebih halus dan enggak terlalu invasif," lanjutnya.

Orang dari segala usia sekarang juga mulai mencoba prosedur ini.

“Mulai dari usia 20-an yang terganggu dengan bentuk bibir, sampai yang lebih tua yang fokus ke kondisi kulit. Mereka ingin perawatan yang bisa merangsang kolagen dan bikin tampilan lebih muda, segar, sehat, dan tanpa benar-benar mengubah struktur wajah," jelas dr. Wall.

dr. Wall menyebut salah satu tweakment yang banyak diminati adalah botox masseter atau pengecil rahang, yang hasilnya bisa bertahan sekitar enam bulan.

“Ini menciptakan bentuk wajah yang lebih feminin, dan juga membantu mereka yang sering menggemeretakkan atau mengatupkan gigi terlalu keras,” tuturnya.

Berbeda dengan tren kecantikan sepuluh tahun lalu yang didominasi oleh keinginan tampil seperti selebriti, misalnya keluarga Kardashian, sekarang anak muda justru lebih menyukai tampilan yang terlihat natural dan effortless.

“Tapi sekarang, orang lebih mengejar tampilan alami yang memperlambat penuaan. Dan gaya seperti itu akan selalu relevan." beber dr. Wall.