Bagikan:

YOGYAKARTA - Doa dalam salat hajat merupakan salah satu bentuk permohonan kepada Allah SWT ketika seseorang menghadapi berbagai keperluan dan hajat dalam hidup. Kita tahu bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan harapan yang terus berkembang. Lantas seperti apa doa setelah salat Hajat. 

Bagi orang beriman, usaha dalam mencapai tujuan tidak hanya dilakukan dengan ikhtiar semata, tetapi juga diiringi dengan keyakinan akan pertolongan Allah SWT. Salah satu bentuk ikhtiar spiritual tersebut adalah dengan melaksanakan salat hajat dan memanjatkan doa setelahnya.

Dalam buku Salat Hajat karya Ghaida Halah Ikram, dijelaskan bahwa salat hajat merupakan ibadah yang dilakukan untuk memohon terkabulnya suatu kebutuhan atau keinginan. Salat hajat memiliki hukum sunah, artinya dianjurkan bagi mereka yang membutuhkannya sebagai bentuk doa dan ikhtiar kepada Allah SWT.

Doa setelah Salat Hajat

Setelah menjalankan ibadah salat hajat, seorang muslim dianjurkan membaca doa hajat sebagai berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Arab: La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil 'arsyil karimil 'azhim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. As'aluka mujibati rahmatik, wa 'aza'ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada' li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

Arti: Tiada Tuhan selain Allah SWT Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah SWT, Tuhan penguasa singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Aku Mohon kepada-Mu segala hal yang bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan dosa menghampiriku kecuali Engkau mengampuninya, jangan biarkan kesedihan menghinggapiku kecuali Engkau memberikan jalan keluarnya, dan tiada suatu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat yang Maha Kasih di antara para pengasih

Manfaat Melakukan Salat Hajat

Seperti halnya salat sunnah lainnya, salat hajat juga memiliki keutamaan. Seseorang yang senantiasa memulai pekerjaannya dengan salat hajat akan memperoleh ganjaran besar, yakni keberkahan dalam hidup yang diberikan oleh Allah SWT.

Manfaat dari salat hajat terbagi menjadi dua aspek, yaitu manfaat lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah, manfaatnya dapat dirasakan, dilihat, serta dinikmati dalam waktu yang relatif singkat.

Sementara itu, manfaat batiniah sering kali tidak disadari secara langsung. Contohnya adalah nikmat kesehatan yang memungkinkan seseorang menjalankan aktivitasnya dengan baik, yang pada hakikatnya merupakan bentuk terkabulnya doa dan harapan.

Selain itu, salat hajat juga dapat menjadi ungkapan rasa syukur atas anugerah Allah SWT. Meskipun salat terbagi menjadi fardu dan sunnah, keduanya memiliki makna yang sama, yakni sebagai kebutuhan manusia kepada Allah serta bentuk rasa syukur seorang hamba kepada-Nya.

Tata Cara Salat Hajat

Berdasarkan buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits, meskipun salat hajat dapat dikerjakan kapan saja, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW yang menyatakan:

"Malam manakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allah SWT)?, Rasulullah bersabda, "Pada tengah malam," (HR Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban).

Salat hajat dikerjakan secara individu, bukan secara berjamaah. Jumlah rakaatnya bervariasi, dengan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat.

Jika dilakukan pada malam hari, dianjurkan untuk mengucapkan salam setiap dua rakaat. Sementara itu, jika dilaksanakan pada siang hari, diperbolehkan mengerjakan empat rakaat dengan satu kali salam, dan seterusnya.

Berikut ini tata cara melakukan salat hajat yang perlu diketahui oleh setiap umat muslim:

1. Niat salat hajat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Arab: Ushollii sunnatal haajati rok'aataini lillahi ta'ala

Arti: Aku berniat salat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala

2. Takbiratul ihram

3. Mengucap doa iftitah, dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah dan membaca salah satu surah di dalam Al-Quran

4. Rukuk dan membaca tasbih tiga kali

5. I'tidal dan membaca bacaannya

6. Sujud yang pertama dan membaca tasbih tiga kali

7. Duduk antara dua sujud dan membaca bacaannya

8. Sujud yang kedua dan membaca tasbih tiga kali

9. Setelah rakaat pertama, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas. Kemudian tasyahud akhir. Setelah itu membaca salam dua kali.

Demikianlah doa setelah salat Hajat yang perlu dimengerti oleh setiap umat Islam. Salat sunah ini dan doa yang dibacakan setelah merupakan upaya untuk memohon bantuan kepada Allah SWT agar harapan kita bisa diwujudkan. Baca juga doa setelah salat subuh.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+