JAKARTA - Melanjutkan kunjungan kerja di Kepulauan Riau, Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon bersama Gubernur Kepulauan Riau mengunjungi Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Riau, dan kemudian dilanjutkan dengan menghadiri Pembukaan Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA Fair) 2025.
Tiba di Balai Adat Seri Indera Sakti, Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau, sejumlah rangkaian upacara adat menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, salah satunya adalah upacara Tepuk Tepung Tawar yang menandakan penghormatan terhadap Menteri Kebudayaan. Kesempatan ini menjadi ajang silaturahmi antara para pemuka adat dari LAM dengan Menteri Kebudayaan. Menbud juga mengunjungi Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda )Provinsi Kepulauan Riau. Dalam kesempatan tersebut, Menbud mengunjungi sejumlahruang yang menjelaskan mulai dari desain, purwarupa, dan hasil produk kerajinan yang sudah selesai.
Menbud menyampaikan harapannya agar Dekranasda kedepannyadapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama melalui produk-produknya, mulai dari kuliner, fesyen, sampai berbagai macam kebutuhan sehari-hari, untuk interior rumah tangga, danlain sebagainya.
“Kualitasnya sudah terukur dengan baik. Quality control-nya sudah bagus, mudah-mudahan bisa terus berkembang dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas di Indonesia, takhanyadi Kepulauan Riau, tentu saja kami sudah ekspor juga ke beberapa negara tetangga. Sayakira ini perlu dipertahankan dan terus dikembangkan. Selamat untuk Dekranasda KepulauanRiau,” ucap Menbud dalam keterangan resmi yang diterima VOI.
Selepas kunjungan ke Dekranasda, beriringan dengan Gubernur Kepulauan Riau, Menbudmenuju Lapangan Tugu Sirih, Tanjungpinang, dalam rangka membuka secararesmi Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA Fair) 2025. KURMA Fair merupakan kegiatanyangdiinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau dalamrangkamengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. KURMA Fair 2025 digelar di duakota, yakni di Tanjung pinang mulai dari tanggal 10-16 Maret 2025 dan Kota Batam tanggal 17-23Maret 2025.
"Kegiatan KURMA adalah upaya untuk memperkuat ekosistem halal. Kita akan mendorong program-program halal yang sudah berjalan, termasuk akselerasi sertifikasi produk halal
serta pengembangan Halal Center, penukaran uang kecil dan industri kreatif syariah," ucapKepala KPw BI Kepulauan Riau, Rony Widijarto.
Gubernur Kepulauan Riau pada sambutannya menyampaikan komitmen untuk bersinergi
dengan Kementerian Kebudayaan dalam menyelenggarakan festival kebudayaan di
Kepulauan Riau.
“Kebudayaan bukan hanya sesuatu yang dilestarikan, tapi juga memiliki nilai ekonomis,” terangnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Kebudayaan RI. Dalam sambutannya, Menbud menginisiasi penuh inisiatif dari seluruh pihak yang menyelenggarakan festival ini. Ramadan dalam sejarah Nusantara mencerminkan kemandirian ekonomi umat. Festival ini menurutnya menggambarkan Islam yang masuk secara damai, yakni dari ekspresi seni budaya.
"Di negara-negara maju, etalase yang ditampilkan adalah budaya, museum-museumnya. Jadi kita lihat, budaya kedepannya akan memenuhi SDG's, inilah The Power of Culture. Saya kira ini menekankan bahwa kebudayaan kita ini warisan yang harus kita jaga bersama, karena kalau bukan kita yang peduli dengan budaya, maka siapa lagi," jelas Menbud.
Menbud kemudian menyebutkan dengan mengutip jika salah satu agenda utama KURMA2025 adalah pemberdayaan UMKM. Di Kepulauan Riau, UMKM berkontribusi besar terhadapperekonomian daerah.
BACA JUGA:
"Oleh karena itu, saya harap KURMA 2025 menjadi platformyangmendorong pertumbuhan UMKM, termasuk bagi produk-produk berbasis budaya, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing produk lokal kita," tutup Menbud.