YOGYAKARTA – Zakat fitrah adalah salah satu ibadah hartawi yang dilakukan saat bulan Ramadan. Zakat bahkan diwajibkan bagi orang Islam yang mampu. Saat seseorang menunaikan ibadah tersebut maka akan mendapatkan keutamaan zakat fitrah. Keutamaan tersebut bisa dirasakan oleh orang yang berzakat (muzakki) dan orang yang menerima zakat (mustahik).
Keutamaan Zakat Fitrah
Banyak penjelasan yang menjelaskan apa saja keutamaan zakat fitrah, baik bersumber dari Alquran, hadits, maupun penjelasan ulama. Berikut ini beberapa keutamaan salah satu rukun Islam tersebut.
- Membersihkan kejelekan dalam diri sendiri
Dilansir dari NU Online, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa zakat fitrah membersihkan segala kejelakan yang ada di dalam dirinya. Hal itu seperti hadits yakni sebagai berikut.
مَنْ أَدَّى زَكَاةَ مَالِهِ فَقَدْ ذَهَبَ عَنْهُ شَرُّهُ
Artinya:
Barangsiapa membayar zakat hartanya, maka kejelekannya akan hilang dari dirinya (HR al-Haitsami).
- Masuk surga
Seperti diketahui, zakat fitrah adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan. Ibadah ini bahkan ditekankan secara langsung oleh Allah SWT. Sebagai gantinya, orang yang berzakat akan jaminan masuk surganya Allah SWT. Hal tersebut tertuang dalam Alquran surat An-Nisa’ sebagai berikut.
لَكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلَاةَ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أُولَئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا
Artinya:
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar (QS An-Nisa’: 162).
- Diampuni kesalahannya
Selain masuk surga, orang yang berzakat akan diampuni segala dosa dan kesalahannya. Artinya zakat fitrah mampu menjadi pembersih diri dari kesalahan dan dosa. Hal itu seperti firman Allah dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 12 yakni sebagai berikut.
وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
Artinya:
Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka orang pemimpin dan Allah berfirman: Sesungguhnya aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Ku-masukkan ke dalam surga yang mengalir air di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus (QS Al-Maidah: 12).
- Mendapat petunjuk dalam hidup
Dalam hidup, umat Islam sangat mengharapkan petunjuk dari Allah SWT terutama dalam mencari kebenaran dan terkait menjalani hidup. Petunjuk tersebut akan diberikan kepada beberapa kriteria orang Islam salah satunya adalah yang menunaikan zakat. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam At-Taubah ayat 18.
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Artinya:
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk (QS At-Taubah: 18).
- Mendapat balasan kebaikan yang lebih baik
Dalam Alquran surat An-Nuur ayat 37 – 38 dijelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan balasan kepada orang yang melakukan beberapa perbuatan baik salah satunya zakat. Balasan kebaikan akan diberikan dengan karunia-Nya.
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ. لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya:
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas (QS An-Nuur: 37 - 38).
BACA JUGA:
- Harta tidak berkurang karena zakat
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa zakat tidak akan membuat harta seseorang berkurang. Artinya ibadah tersebut mampu mendatangkan rezeki lain.
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Artinya:
Sedekah (zakat) tidak akan mengurangi harta (HR Muslim).
Itulah beberapa keutamaan zakat fitrah. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.