Bagikan:

YOGYAKARTA – Jika ditanya, apa makanan khas Garut yang cocok dijadikan sebagai oleh-oleh? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab dodol.

Jawaban tersebut tidak salah, sebab dodol memang menjadi oleh-oleh yang paling difavoritkan para wisatawan.

Akan tetapi, sebenarnya masih ada banyak makanan khas Garut yang bisa Anda bawa pulang sebagai buah tangan. Apa saja makanan khas Garut yang dimaksud? Yuk cari tahu jawabannya dalam ulasan di bawah ini.

Makanan Khas Garut yang Cocok Buat Oleh-Oleh

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa makanan khas Garut yang cocok dijadikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan:

  1. Dodol Garut

Dodol Garut adalah salah satu jajanan tradisonal yang paling terkenal dari daerah ini. Dengan tekstur yang kenyal dan rasa manis yang pas, dodol Garut sering dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan.

Camilan khas Garut ini terbuat dari tepung beras ketan, gula, santan kelapa, dan pewarna makanan alami. Beberapa variasi rasa juga menambahkan bahan-bahan khusus seperti kacang, sirsak, nanas, waluh, wijeh, srikaya, durian dan sebagainya.

Dengan perpaduan bahan-bahan itu, dodol Garut memiliki rasa manis dan bertekstur kenyal serta lengket.

  1. Ladu

Ladu merupakan makanan khas Garut yang terbuat dari tepung ketan putih sangrai, gula pasir, gula aren merah, dan kelapa parut.

Camilan ini pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Kecamatan Malangbong. Sekilas, bentuk dan tekstur ladu tampak mirip dengan dodol, namun lebih kasar dan keras.

Jika Anda menyukai jajanan manis, ladu wajib masuk dalam daftar oleh-oleh yang harus dicoba.

  1. Sambal Cibiuk

Pecinta makanan pedas tidak boleh melewatkan sambal cibiuk saat berkunjung ke Garut. Sambal ini dibuat dari cabai hijau, tomat, serawung, cabe rawit, dan bumbu lainnya.

Meskipun rasanya pedas, sambal cibiuk tidak akan menimbulkan panas pada perut saat dikonsumsi.

Sambal ini biasanya disajikan dengan ikan bakar atau ayam goreng, membuat makanan terasa semakin nikmat.

  1. Burayot

Makanan khas Garut lainnya yang cocok dijadikan oleh-oleh adalah kue burayot. Camilan ini terbuat dari gula merah, tepung beras, kacang tanah, dan minyak kelapa.

Camilan tradisional ini dapat ditemukan di kecamatan di Garut, seperti Kadungora, Lels, dan Wanareja. Keu burayot dapat dijumpai dengan berbagai varian rasa, seperti cokelat, stroberi, wijen, jahe, keju, atau kacang tanah.

  1. Angleng dan Wajit

Angleng dan wajit merupakan makanan khas Garut yang terbuat dari beras ketan, gula merah, dan kelapa. Kedua makanan tradisional ini sebenarnya sama seperti dodol Garut, bedanya adalah dodol diolah menjadi semacam caramel, sementara angleng dan wajit tidak.

Angleng dan wajit memiliki bentuk segitia yang dibungkus dengan daun jagung kering. Kedua makanan ini dihasilkan oleh masyarakat Kecamatan Cihurip, Garut.

  1. Dorokdok

Dorokdok merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau terbaik. Camilan ini memiliki rasa gurih-asin dan bertekstur renyah.

Cara membuat dorokdok diawali dengan membersihkan kulit sapi, kemudian direbus untuk menghilangkan bau amis dan melembutkan teksturnya. Setelah direbus, kulit sapi dikeringkan dan dipotong kecil-kecil agar lebih mudah digoreng.

Dorokdok termasuk makanan khas Garut yang disukai banyak orang lantaran memiliki cita rasa yang gurih serta renyah.

  1. Emplod

Saat berkunjung ke Garut, Anda juga bisa menjadikan emplod sebagai pilihan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang.

Di Garut, camilan ini juga dikenal dengan sebutan endog lewo. Makanan khas Garut ini terbuat dari singkong, parutan kelapa, dan bumbu-bumbu lainnya.

Endog lowo dapat dijadikan sebagai camilan sehari-hari atau ditambahkan ke dalam makanan berkuah pedas, seperti bakso, mie ayam, atau mie rebus.

Demikian informasi tentang makanan khas Garut yang cocok dijadikan oleh-oleh. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.