Bagikan:

YOGYAKARTA – Rumus kadar air dapat digunakan untuk menghitung kandungan air pada bahan pangan, seperti beras, jagung, sorgum, biji kopi, dan lain sebagainya.

Perhitungan kadar air dalam bahan pangan dapat menentukan kualitas sekaligus ketahanan pangan terhadap kerusakan. Oleh sebab itu, rumus perhitungan kadar air harus dipelajari dengan benar.

Rumus Kadar Air

Kadar air pada suatu bahan dapat dinyatakan dalam berat basah (wet basis) atau berat kering (dry basis).

Batas maksimum teoritis kadar air berat basah yakni sebesar 100 persen, dan kadar air berat kering bisa lebih dari 100 persen.

Berikut penjelasan tentang rumus perhitungan kadar air berat basah dan berat kering.

Rumus kadar air berat basah

Dikutip dari buku bertajuk Pengolahan dan Pengawetan Ikan karya Adawyah, perhitungan kadar air berat basah dapat dilakukan dengan dengan rumus berikut:

KA: Wa/Wb x 100%

Keterangan:

  • KA = kadar air bahan berdasarkan berat basah (%)
  • Wa = berat air bahan (gram)
  • Wb = berat bahan basah (gram)

Jika ada bahan yang dinyatakan mengandung kadar air 20 persen berdasarkan berat basah, artinya dalam 100 gram bahan tersebut terdapat air sebanyak 20 gram dan bahan kering sebanyak 80 gram.

Rumus kadar air berat kering

Jika ingin menghitung kadar air bahan berdasarkan berat kering, rumus yang bisa Anda gunakan adalah sebagai berikut.

KA = Wa/ (Wb x 100%)

Keterangan:

  • KA = kadar air bahan berdasarkan berat kering (%)
  • Wa = berat air bahan (gram)
  • Wk = berat bahan kering (gram)

Berat kering suatu bahan dapat diketahui dengan penimbangan. Penimbangan ini dilakukan setelah berat bahan tidak berubah lagi selama proses pengeringan. biasanya, bahan akan dikeringkan pada suhu 105 derajat Celcius selama minimal 2 jam.

Pada bahan pangan, sebagian besar analisis kadar air ditentukan berdasarkan berat kering. Hal ini karena perhitungan berdasarkan basah memiliki kelemahan, yakni berat bahan basah selalu berubah. Pada perhitungan kadar air berat kering, berat bahan akan selalu sama atau tetap.

Berdasarkan kadar air bahan basah atau bahan kering, didapatkan rasio pengeringan (drying ratio) dari bahan yang dikeringan. Perhitungan rasio ini dapat dilakukan dengan rumus berikut:

Rasio pengeringan = berat bahan sebelum pengeringan / berat bahan setelah pengeringan

Rumus drying ratio juga dapat ditulis sebagai berikut:

Rasio pengeringan = 100 – M1 / 100 – Mo = To + 1 / T1 + 1

Keterangan:

  • Mo = persen air mula-mula
  • M1 = persen uap air setelah pengeringan
  • To = persen uap air awal / persen bahan kering awal
  • T1 = persen air setelah pengeringan / persen bahan setelah pengeringan

Demikian informasi tentang rumus kadar air. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+