Bagikan:

JAKARTA - Eskalator adalah salah satu bentuk transportasi vertikal yang paling umum digunakan di gedung-gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, dan stasiun kereta. Eskalator memiliki berbagai ukuran dan desain yang sesuai dengan kebutuhan fungsional dan estetika.

Namun, ada dua eskalator di dunia yang berhasil menarik perhatian banyak orang karena panjangnya yang sangat unik hingga ke atas gunung. Selain itu, ada juga eskalator terpendek di dunia. Perbedaan dari kedua eskalator tersebut berhasil menarik perhatian publik. 

Dilansir VOI dari laman Daily Mail pada Kamis, 6 Februari, eskalator terpendek di dunia hanya memiliki lima anak tangga dan memakan waktu perjalanan hanya enam detik saja. Terletak di pusat perbelanjaan Okadaya More di Kawasaki-Shi, Jepang, eskalator mini ini dikenal dengan nama Petit Calator.

Dengan ketinggian hanya 83,4 cm dan panjang yang sangat pendek, eskalator ini hampir tidak memiliki fungsi selain menjadi daya tarik sosial media.

Eskalator ini dibangun pada tahun 1989, seiring dengan pembukaan lorong bawah tanah yang menghubungkan pusat perbelanjaan Okadaya More dengan mal Azelea yang terletak tidak jauh dari sana.

Meskipun demikian, eskalator ini sebenarnya tidak menghubungkan lantai apapun. Pengunjung yang naik masih harus menggunakan tangga kecil untuk mencapai lantai berikutnya, menjadikan eskalator ini cukup tidak berguna dari segi fungsionalitas.

Namun, eskalator kecil ini memiliki beberapa keistimewaan. Pertama, ia memegang gelar Guinness World Records sebagai eskalator terpendek di dunia, sebuah penghargaan yang sudah diraihnya lebih dari 30 tahun.

Selain itu, eskalator ini sangat populer di media sosial dan dicintai oleh penduduk lokal, serta banyak dikunjungi oleh turis dari luar negeri yang ingin melihat keunikannya.

Bagi Anda yang lebih suka eskalator panjang, jangan khawatir. Di China, ada eskalator raksasa yang membawa pengunjung hingga ke puncak Gunung Tianyu. Eskalator ini memiliki panjang 688 meter dan memakan biaya sekitar USD 2,2 juta atau Rp35 miliar.

Uniknya, selama perjalanan, eskalator ini juga menyemprotkan kabut untuk menjaga kenyamanan penumpang. Dengan harga tiket sekitar USD 4,32 atau Rp70ribu. Anda bisa menikmati perjalanan sepanjang 10 menit hingga mencapai puncak gunung setinggi 980 kaki.

Tak hanya itu, China juga memiliki Enshi Canyon Escalator, yang memakan waktu 18 menit dari mulai hingga akhir perjalanan. Eskalator ini mampu mengangkut sekitar 7.300 orang per jam. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi para wisatawan yang ingin menikmati kenyamanan perjalanan menuruni lembah.

Sementara itu, eskalator mini di Jepang tetap menjadi fenomena yang menarik perhatian, baik bagi warga lokal maupun pengunjung internasional. Walau hanya sebuah eskalator kecil dengan fungsi terbatas, Petit Calator menunjukkan bagaimana sesuatu yang kecil bisa menjadi sangat terkenal di dunia maya.