YOGYAKARTA – Ada banyak hikmah Isra Miraj yang bisa dipetik umat Islam. Peristiwa ini menjadi bukti keagungan dan kekuasaan Allah SWT yang diperlihatkan secara langsung.
Menyadur buku Isra Mi’raj dan Permulaaan Maasuk Islamnya Kaum Anshar karya Muhammad Ridha, Isra’ merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haaram di Mekkah ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Palestina. Sedangkan M’raj adalah perjalanan lanjutan Rasulullah ke langit hingga Sidratul Muntaha.
Dikutip dari laman resmi Kemenag, menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yakni antara tahun 620-621 M.
Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Pendapat inilah yang paling populer di kalangan umat Islam.
Dua perjalanan yang sangat jauh itu dilakukan Rasulullah SAW dalam waktu satu malam. Hal ini diketahui dari firman Allah dalam Surat Al Isra ayat 1. Adapun bunyinya sebagai berikut:
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Arab latin: Subhanalladzi asra bi'abdihi lailam minal-masjidil-harami ilal-masjidil-aqsallazi barakna haulahu linuriyahu min ayatina, innahu huwas-sami'ul-basiir.
Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Isra:1)
Peristiwa agung yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW itu tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, namun juga membawa hikmah bagi setiap muslim.
Lantas, apa hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Miraj? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Hikmah Isra Miraj
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa hikmah yang bisa dipetik umat Islam dari peristiwa Isra Miraj:
- Peneguh Keimanan
Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, peristiwa Isra Miraj dapat dimaknai sebagai peneguh keimanan bahwa kita manusia harus mengimani segala kuasa Allah dala kehidupan, termasuk kemujizatan yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Jika Allah Maha Kuasa dalam menciptakan alam semesta dengan seluruh partikel dan isinya yang belum semua ilmu manusia menjangkau seluruhnya, maka segalanya menjadi sangat mudah bagi Allah untuk menyatukan Nabi tercinta dengan alam semesta yang sama-sama diciptakan dalam kuasanya,” ujar Haedar, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.
Dia melanjutkan, jika Allah telah menciptakan hukum alam sebagai sunatullah yang eksak, menciptakan hukum kecepatan cahaya, maka sangatlah mudah bagi Allah untuk memperjalankan rasul-Nya dari bumi sampai melampaui tujuh langit hingga ke Sidratul Muntaha.
- Menunjukkan Tanda Kebesaran Allah SWT
Menyadur buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida, Perjalanan Isra Miraj yang dilakukan Rasulullah juga dimaksudkan agar umat Islam dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Isra Miraj dapat dianggap sebagai perjalanan yang tidak masuk akal. Dengan terjadinya peristiwa ini, Allah SWT membuktikan kebesaran-Nya yang menurut sebagian orang tidak mungkin tapi mungkin bagi-nya, sebab Dialah Tuhan Semesta Alam.
- Membersihkan Hati untuk Menghadap Allah SWT
Perjalanan Isra dan Miraj diawali dengan pembedahan dada Nabi Muhammad SAW untuk membersihkan hatinya dari berbagai penyakit dan sifat buruk. Hal ini dapat dimaknai sebagai simbol pembersihan hati sebelum menghadap Allah SWT. Dengan begitu, kesempurnaan penghambaaan dapat diraih.
- Tingginya Derajat Kehambaan
Dalam al-Quran surat Al-Isra ayat 1, Allah SWT menyebut Rasulullah SAW sebagai ‘abdun’ yang bermakna hamba. Ini menunjukkan bahwa hanya hamba yang benar-benar takwa yang bisa memperoleh derajat tinggi di sisi-Nya.
BACA JUGA:
- Pentingnya Salat Fardhu Lima Waktu
Hikmah Isra Miraj yang lainnnya adalah pentingnya menjaga salat fardhu lima waktu. Dalam peristiwa tersebut, Allah SWT secara langsung menurunkan perintah salat wajib lima waktu. Ini berbeda dengan sejumlah syariat lainnya yang diperintahkan melalui perantara wahyu.
Ini menunjukkan betapa salat lima waktu memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.
Demikian informasi tentang hikmah Isra Miraj. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.