JAKARTA – Pemerintah Pakistan berencana mengalokasikan sebagian dari kelebihan pasokan listriknya di negaranya untuk kegiatan penambangan Bitcoin dan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI). Hal itu diungkapkan oleh Bilal Bin Saqib, Kepala Dewan Kripto Pakistan sekaligus penasihat Menteri Keuangan.

Sektor energi Pakistan saat ini tengah menghadapi tantangan berat, termasuk tarif listrik yang tinggi dan kapasitas pembangkitan yang melebihi kebutuhan. Pertumbuhan cepat energi surya turut memperumit situasi, karena semakin banyak konsumen beralih ke sumber energi alternatif demi mengurangi biaya.

Bilal Bin Saqib menyampaikan bahwa lokasi pusat penambangan Bitcoin akan ditentukan berdasarkan wilayah dengan ketersediaan listrik berlebih. “Kami sudah berdiskusi dengan beberapa perusahaan penambangan,” ujar Saqib dikutip VOI dari Reuters.

Dokumen yang diperoleh Reuters juga mengungkapkan bahwa Changpeng Zhao, pendiri Binance, akan menjadi penasihat strategis bagi Dewan Kripto Pakistan. Zhao sebelumnya dijatuhi hukuman empat bulan penjara pada Mei 2024 setelah mengaku bersalah melanggar hukum anti-pencucian uang AS di bursa kripto terbesar di dunia tersebut.

Dalam perannya, Zhao akan membantu pembangunan infrastruktur blockchain, memberi masukan dalam pengembangan kerangka regulasi, serta mendukung inisiatif nasional seperti mata uang digital, penambangan aset kripto, dan edukasi blockchain untuk generasi muda.

Saqib menyebut bahwa Pakistan memiliki 15 hingga 20 juta pengguna kripto dan merupakan negara dengan ekonomi freelance terbesar ketiga di dunia, dengan sektor fintech yang tengah berkembang pesat.

“Pakistan masuk dalam 10 besar adopsi kripto global, meskipun belum memiliki regulasi resmi,” katanya.

Ia mendorong pembentukan regulatory sandbox atau lingkungan uji coba aman untuk mendorong inovasi di sektor fintech dan ekonomi freelance. Menurutnya, peningkatan keterampilan generasi muda dalam bidang blockchain dan AI akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor jasa digital, dan menjadikan Pakistan sebagai pusat talenta teknologi global di masa depan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+