JAKARTA - Para ahli keamanan siber Kaspersky melihat bahwa serial Netflix Adolescence bukan hanya karena alur ceritanya yang menegangkan, tapi juga mengangkat isu sensitif terkait cyber bullying dan kesehatan mental remaja.
Sebuah penelitian Kaspersky menyebutkan, 61 persen anak-anak sudah punya perangkat digital pertama mereka di usia 8–12 tahun. Meski teknologi bisa mendukung pembelajaran dan kreativitas, sayangnya banyak anak yang langsung terjun ke dunia maya tanpa pengenalan yang cukup soal keamanan dan etika digital.
Menurut perusahaan keamanan siber global itu, paparan terhadap konten yang berbahaya atau tidak pantas merupakan salah satu risiko daring yang paling umum bagi anak-anak, dan salah satu yang paling diremehkan.
Akibatnya, pengalaman pertama daring mereka mungkin mencakup pertemuan dengan konten yang tidak pantas, perilaku agresif dari teman sebaya, atau tekanan perbandingan sosial.
“Hal yang benar-benar dipaparkan oleh series Adolescence adalah bahwa bahaya tidak selalu terlihat seperti malware atau peretasan,” kata Andrey Sidenko, pakar privasi di Kaspersky dalam keterangannya dikutip Minggu, 13 April.
Tanpa penyaringan konten atau visibilitas terhadap apa yang ditonton anak-anak, orang tua mungkin tidak menyadari seberapa cepat lingkungan digital dapat membentuk pemikiran dan perilaku.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah, Kaspersky melihat hanya 50 persen orang tua yang secara rutin membahas keamanan daring bersama anak. Celah inilah yang menurut mereka perlu ditutup dengan dialog terbuka, pendampingan digital, serta pemanfaatan teknologi.
관련 항목:
Sebagai bentuk edukasi, Kaspersky merilis buku Cybersecurity Alphabet yang bisa diunduh gratis, berisi panduan keamanan daring untuk anak-anak sejak dini.
"Orang tua perlu jadi garda terdepan. Bukan dengan mengawasi terus, tapi menciptakan ruang aman untuk ngobrol, bertanya, dan belajar bareng soal dunia digital," tegas Sidenko.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)