JAKARTA - Fathom Holdings, perusahaan teknologi real estate yang berbasis di Amerika Seriikat membuat gebrakan baru dengan mengumumkan investasi besar-besaran dalam Bitcoin. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengadopsi teknologi pembayaran digital yang semakin populer dan membuka peluang baru di sektor properti.

Dengan mengalokasikan 50% dari kas surplusnya, Fathom siap membelanjakan hingga 500.000 dolar AS untuk membeli Bitcoin dalam waktu dekat. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi pionir dalam transaksi real estate berbasis mata uang kripto. Fathom memiliki rencana jangka panjang guna mengimplementasikan pembayaran menggunakan Bitcoin bagi agen dan pelanggan mereka. 

"Kami melihat potensi besar Bitcoin sebagai alat pembayaran yang efisien dan aman," ujar Joanne Zach, CFO Fathom Holdings. "Dengan semakin banyaknya investor yang melirik aset kripto, kami yakin integrasi Bitcoin akan memperkuat posisi kami di pasar."

CFO Fathom Holdings, Joanne Zach, mengungkapkan bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai penyimpan nilai yang terdesentralisasi. “Permintaan terhadap mata uang digital alternatif terus meningkat, seiring alokasi modal global yang signifikan terhadap Bitcoin pada 2024. Kami percaya integrasi Bitcoin akan memperkuat strategi keuangan kami dan membawa Fathom ke garis depan transaksi mata uang digital dalam industri real estate,” kata Zach.

CEO Fathom Holdings, Marco Fregenal, menambahkan bahwa penerapan strategi Bitcoin ini sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi transaksi real estate melalui teknologi. 

Salah satu platform Fathom yaitu intelliAgent yang dirancang untuk menggabungkan layanan real estate, akan dioptimalkan dengan dukungan Bitcoin, menjadikan proses transaksi lebih mudah, akurat, dan hemat biaya. 

“Kami melihat permintaan yang meningkat untuk solusi mata uang digital dari pembeli, penjual, agen, dan mitra dalam ekosistem kami,” jelas Fregenal.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+