JAKARTA - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa Iran masih akan bermain di Piala Dunia 2026, yang akan dimulai pada Juni 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam unggahan media sosial pekan lalu sebagai reaksi terhadap komentar Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Tim Nasional (Timnas) Iran mengatakan tidak ada yang dapat mengecualikan mereka dari bermain di turnamen global tersebut.
Pada Senin, 16 Maret 2026, Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John, mengatakan bahwa pihaknya belum mendengar apa pun yang menunjukkan bahwa Iran tidak akan mengikuti Piala Dunia 2026.
"Mereka adalah anggota kami. Kami ingin mereka bermain. Sejauh yang kami ketahui, Iran akan bermain. Ini adalah momen yang sangat emosional, semua orang mengatakan banyak hal."
"Pada akhirnya, Federasi (Sepak Bola Iran) yang seharusnya memutuskan apakah mereka akan bermain atau tidak. Hingga hari ini, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) telah memberi tahu kami bahwa mereka akan pergi ke Piala Dunia 2026," kata Windsor dalam konferensi pers di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia.
관련 항목:
Trump telah mengunggah di media sosial bahwa Iran disambut di Piala Dunia 2026 meskipun perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Namun, Presiden AS itu menyarankan agar Iran lebih baik mundur dari pesta sepak bola terakbar sejagat itu demi nyawa mereka.
"Saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri," kata Trump.
Sementara itu, perang regional telah menimbulkan keraguan tentang kemampuan Iran untuk memenuhi kewajibannya di Piala Dunia 2026.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, sebelumnya mengatakan kepada televisi pemerintah pekan lalu bahwa keadaan saat ini berarti tidak mungkin untuk bermain.
Namun, tanggapan Timnas Iran di Instagram mengonfirmasi mereka masih ingin berpartisipasi dan menunjukkan bahwa turnamen tersebut diselenggarakan oleh FIFA, bukan Trump atau AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pada Senin waktu setempat bahwa FIFA harus menanggapi keraguan yang dilontarkan Trump.
"FIFA adalah penyelenggara Piala Dunia. Ketika peringatan dikeluarkan di tingkat tertinggi tentang lingkungan yang tidak aman bagi pemain sepak bola Iran, ini menunjukkan bahwa negara tuan rumah tampaknya kurang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menyediakan keamanan bagi acara olahraga sepenting itu," ujar Baghaei.
FIFA belum berkomentar dalam beberapa hari terakhir selain unggahan Instagram oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah bertemu Trump di Gedung Putih pada pekan lalu.
Infantino menulis bahwa ia mendapat jaminan bahwa Iran diterima. Hal itu kemudian diikuti oleh unggahan dari Trump, yang mengatakan bahwa turnamen musim panas ini akan menjadi yang terbesar dan terbaik yang pernah ada. Selain itu, semua pemain, staf, dan tim akan aman saat berkompetisi.
Iran dijadwalkan untuk memainkan ketiga pertandingan grup Piala Dunia 2026 di AS. Mereka akan melawan Selandia Baru pada 16 Juni 2026 di Inglewood, California.
Laga kedua kontra Belgia pada 21 Juni 2026 juga dihelat di tempat sama, sebelum menyelesaikan pertandingan grup di Seattle melawan Mesir pada 27 Juni 2026.
Iran adalah kekuatan dalam sepak bola Asia, peringkat ke-20 FIFA dan telah lolos empat edisi Piala Dunia berturut-turut.
Sebelum Piala Dunia, para pejabat FFIRI dijadwalkan menghadiri Kongres Tahunan FIFA pada 30 April 2026 di Vancouver.
Sementara sebelumnya Federasi Sepak Bola Iran tidak dapat menghadiri pertemuan di Atlanta pekan lalu untuk membantu tim mempersiapkan diri menghadapi turnamen 48 negara tersebut.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)