JAKARTA - Mediator Qatar dan Pakistan menyatakan "kemajuan yang menggembirakan" telah dicapai dalam putaran pertama pembicaraan Amerika Serikat dengan Iran.

Pembicaraan antara AS dan Iran yang kini telah berakhir berlangsung dalam "suasana positif dan konstruktif" dan "kemajuan yang menggembirakan" telah dicapai, menurut pernyataan bersama dari mediator Pakistan dan Qatar.

AS dan Iran telah sepakat untuk membentuk Komite Tingkat Tinggi untuk memberikan "pengawasan politik terhadap mediasi," kata pernyataan itu, melansir CNN (22/6).

Kepala negosiator akan secara teratur melapor kepada Komite Tingkat Tinggi dan memimpin kelompok kerja yang berfokus "pada nuklir, sanksi, dan kelompok pemantauan dan penyelesaian sengketa untuk memastikan implementasi yang efektif dari (nota kesepahaman), dan pada hal-hal lain," kata pernyataan itu.

Komite telah "menyetujui peta jalan menuju tercapainya kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari," lanjut pernyataan itu, menambahkan pembicaraan teknis akan berlanjut hingga akhir pekan ini di Swiss "pada semua isu."

AS dan Iran juga sepakat untuk membentuk "sel de-konflik" yang melibatkan Lebanon dan difasilitasi oleh Qatar dan Pakistan, untuk memastikan penghentian operasi militer di Lebanon, demikian pernyataan tersebut.

Pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon terus berlanjut meskipun ada perjanjian gencatan senjata.

Diberitakan sebelumnya, Swiss menjadi tuan rumah pertemuan dalam upaya mengakhiri eskalasi di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat, dengan mediator Pakistan serta Qatar atau Lake Lucerne Summit di Burgenstock Resort, Minggu (21/6).

Dikutip dari CNN, pertemuan berfokus pada Selat Hormuz, senjata nuklir, situasi di Lebanon, serta struktur periode negosiasi 60 hari menurut seorang diplomat.

Pertemuan digelar menyusul Nota Kesepahaman Islamabad yang terdiri dari 14 poin dan ditandatangani Presiden Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pekan lalu.

Delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Mohammad Bagher Galibaf bersama Mentu Luar Negeri Abbas Araghchi.

Sementara Pakistan dipimpin oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Qatar dipimpin oleh Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

Meja negosiasi disusun berbentuk U, dengan Qatar dan Amerika Serikat di satu sisi, Pakistan dan Iran di sisi lain – masing-masing dengan tiga kursi.

Pakistan dan Qatar masing-masing juga memiliki satu kursi di tengah, di ujung meja.

PM Sharif didampingi PM Mohammed saat para mediator menyampaikan sambutan pembukaan.

"Saya pikir kita akan memiliki diskusi yang luar biasa yang, mudah-mudahan, akan menghasilkan hasil yang sangat produktif di masa mendatang," kata PM Sharif.

"Semoga ketika kita kembali ke rumah, kita akan memegang selembar kertas indah yang akan mempromosikan perdamaian, kemajuan, dan kemakmuran di seluruh dunia," tambahnya.

Saat pertemuan berlangsung, Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Iran jika tidak dapat mencapai kesepakatan.

Buntut ancaman Presiden Trump, delegasi Iran di Swiss menyampaikan protes kepada AS. Meski perundingan terhenti, kedua belah pihak mengatakan pertemuan belum berakhir.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+