JAKARTA - Menteri Luar Negeri Hakan Fidan pada Hari Minggu mengatakan, Turki tetap optimis gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat yang berakhir pada Hari Rabu, akan diperpanjang, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk pembicaraan antara kedua pihak.
Pakistan tengah bersiap untuk kembali menggelar pembicaraan perdamaian tingkat tinggi Washington-Tehran, setelah putaran pertama di Islamabad pada 11 April berakhir dengan kebuntuan.
"Tidak ada yang ingin melihat perang baru pecah ketika gencatan senjata berakhir minggu depan. Kami berharap para pihak akan memperpanjang gencatan senjata," kata Menlu Fidan pada penutupan forum diplomasi yang digelar di Antalya, melansir Al Arabiya dari AFP (20/4).
"Saya berharap akan ada perpanjangan. Saya optimis," lanjutnya.
Turki Bersama Mesir menyatakan dukungannya terhadap inisiatif yang dipimpin Pakistan dalam memperpanjang negosiasi dan mencegah kembalinya permusuhan.
Menlu Fidan mengatakan, dia berbicara dengan pejabat Pakistan pada Hari Minggu, tetapi tidak akan memberikan tanggal kapan pembicaraan baru dapat diadakan.
"Kelanjutan negosiasi adalah sesuatu yang diinginkan oleh seluruh komunitas internasional. Ada tekanan signifikan dalam hal ini," katanya.
"Di bawah tekanan sebesar ini, saya percaya para pihak seharusnya tidak melihat hambatan apa pun untuk memperpanjang gencatan senjata guna melanjutkan negosiasi perdamaian," lanjutnya.
Menlu Fidan mengatakan, kecuali jika kedua pihak memilih untuk mengambil langkah-langkah yang lebih konfrontatif, ada "kemungkinan besar bahwa gencatan senjata akan diperpanjang dan negosiasi akan berlanjut."
"Semoga, skenario yang lebih positif akan muncul. Dengan sedikit keberuntungan, pada saat itu, isu-isu kunci dalam negosiasi mungkin sudah terselesaikan," tambahnya.
Terlepas dari optimisme dan kemajuan dalam negosiasi, Iran mengatakan pada Hari Minggu, kesepakatan perdamaian akhir masih "jauh" dari kenyataan.
관련 항목:
"Jelas bahwa negosiasi telah mencapai tahap penting. Kedua pihak melanjutkan pembicaraan dengan rasa ketulusan yang tulus. Mereka juga memiliki kemauan untuk melanjutkan proses ini," kata Menlu Fidan.
Diplomat utama Turki juga menuduh Israel berupaya menciptakan "fait accompli" di Lebanon, meskipun ada gencatan senjata yang disepakati, dan mengecam apa yang disebutnya sebagai "ekspansionisme Israel."
"Negosiasi Iran-Amerika Serikat yang sedang berlangsung tampaknya menutupi situasi ini (di Lebanon). Israel tampaknya mencoba memanfaatkan gangguan ini untuk menciptakan fait accompli," kata Menlu Fidan.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)