JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Hari Rabu memperingatkan, perang Iran telah melampaui semua batas, menyatakan konflik tersebut "di luar kendali," dan memperingatkan dunia menghadapi prospek konfrontasi yang jauh lebih luas.
"Lebih dari tiga minggu berlalu, perang ini di luar kendali," kata Sekjen Guterres kepada wartawan dalam konferensi pers di markas besar PBB di New York, melansir Anadolu (26/3).
"Konflik telah melampaui batas yang bahkan para pemimpin bayangkan," lanjutnya.
"Dunia menghadapi ancaman perang yang lebih luas, gelombang penderitaan manusia yang meningkat, dan guncangan ekonomi global yang lebih dalam," tandas Sekjen Guterres, menekankan "situasinya sudah terlalu jauh."
Menyerukan penghentian eskalasi militer, Sekjen Guterres mengatakan, "Sudah saatnya untuk berhenti menaiki tangga eskalasi dan mulai menaiki tangga diplomasi, dan kembali menghormati hukum internasional sepenuhnya."
Menunjuk pada pihak-pihak kunci yang terlibat dalam perang, ia mengatakan, "Pesan saya kepada Amerika Serikat dan Israel, sudah saatnya untuk mengakhiri perang karena penderitaan manusia semakin dalam, korban sipil meningkat, dan dampak ekonomi global semakin menghancurkan."
Di sisi lain, Sekjen Guterres mendesak Iran untuk mengakhiri serangan terhadap negara-negara Teluk, dengan alasan bahwa mereka "bukan pihak dalam konflik tersebut."
Lebih jauh, menyoroti dampak ekonomi dari perang tersebut, Sekjen Guterres mengatakan, "Penutupan Selat (Hormuz) yang berkepanjangan mencekik pergerakan minyak, gas, dan pupuk pada saat kritis dalam musim tanam global."
Sekjen Guterres menekankan perlunya diplomasi dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, serta menyatakan harapan pihak-pihak yang terlibat dalam perang Iran akan mencapai "pemahaman untuk mengakhiri konflik mengerikan ini."
"Karena konsekuensi dari konflik ini, yang saat ini benar-benar di luar kendali, sangat menghancurkan," tambahnya.
Lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting untuk perdagangan barang dan energi global, sebagian besar terganggu oleh meningkatnya ketegangan di Teluk setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dan pembalasan Teheran.
관련 항목:
Diketahui, selat yang menghubungkan Arab Saudi, UEA, Kuwait, Qatar, Irak dan Iran ke pasar global itu menangani sekitar 25 persen perdagangan minyak global, sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair dan hampir 30 persen perdagangan pupuk.
Eskalasi meningkat di Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Negeri Para Mullah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)