JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut kemitraan ASEAN harus secara strategis memperkuat sentralitas, kesatuan dan stabilitas, agar blok tersebut kuat dan bersatu dalam menavigasikan masa depan bersama.

Hal itu disampaikan Menlu Sugiono saat menghadiri ASEAN Foreign Ministers’ Retreat (AMM Retreat) di Cebu, Filipina, 29 Januari 2026, pertemuan yang membuka rangkaian kegiatan ASEAN yang pada tahun ini diketuai oleh Filipina.

Menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap Kepemimpinan Filipina di ASEAN tahun 2026, yang mengusung tema "Navigating Our Future, Together", Menlu Sugiono menegaskan tema tersebut sangat relevan dengan situasi terkini yang terus menguji sentralitas dan kesatuan ASEAN.

"Tema kepemimpinan tahun ini mengingatkan kita, negara anggota ASEAN berada dalam satu perahu yang sama, sehingga kita harus kuat dan bersatu dalam menavigasikan masa depan bersama," tegasnya, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (29/1).

AMM Retreat kali ini membahas sejumlah isu kawasan, seperti situasi di Myanmar dan perbatasan Thailand-Kamboja. Para Menlu ASEAN menyepakati, penyelesaian kedua masalah tersebut memerlukan pendekatan yang konstruktif.

menlu sugiono saat menggadiri am retreat 2026
Menlu RI Sugiono saat menghadiri ASEAN Foreign Ministers’ Retreat di Cebu, Filipina (Sumber: Kemlu RI)

Pembahasan juga menyoroti percepatan penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan, yang diharapkan dapat disepakati pada tahun ini.

Menlu RI menekankan, finalisasi CoC adalah langkah penting untuk masa depan kawasan dan untuk menciptakan tatanan maritim yang stabil serta berbasis aturan.

Di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks, Menlu RI menyatakan ASEAN perlu membangun ketahanan yang mandiri melalui penguatan sektor-sektor strategis seperti ketahanan ekonomi, energi, pangan, dan teknologi.

Menlu Sugiono juga menyerukan agar ASEAN memperkuat pondasi politiknya, memastikan Asia Tenggara tetap menjadi zona perdamaian dan bukan panggung untuk proxy conflict.

"Kita harus berkembang memainkan peran yang lebih substantif. Kemitraan kita harus secara strategis memperkuat sentralitas, kesatuan dan stabilitas ASEAN," tandasnya.

Menyambut peringatan 50 Tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC), Menlu RI menyerukan agar ASEAN terus menjunjung TAC dalam berinteraksi dengan mitra eksternal guna menjaga stabilitas kawasan di masa depan.

Di sela-sela AMM Retreat, Menlu RI juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Kamboja dan Singapura untuk membahas penguatan kerja sama bilateral dan isu kawasan serta global yang menjadi perhatian bersama

Diketahui, AMM Retreat ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN dan membahas prioritas keketuaan ASEAN, penguatan kerja sama, dan tantangan kawasan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+