TIMIKA - Kepolisian Resor (Polres) Mimika, Papua Tengah, masih menyelidiki penyebab kebakaran gedung asrama putra SMA Sentra Pendidikan Timika yang terjadi di Jalan Poros SP2–SP5, Selasa malam kemarin. 

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

“Kami masih melakukan penyelidikan apa penyebab kebakaran gedung tersebut, apakah ada unsur kesengajaan, kelalaian, atau faktor lain,” kata Billyandha di Timika, Antara, Rabu, 22 Oktober. 

Ia menjelaskan, saat menerima laporan kebakaran, polisi segera mengerahkan satu regu personel perintis ke lokasi untuk membantu mengevakuasi para siswa yang tinggal di asrama tersebut.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIT, menghanguskan dua unit bangunan asrama putra. Api melalap habis seluruh bangunan hingga hanya menyisakan puing-puing.

Sementara itu, Kepala BPBD Mimika Agustina Rahaded menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Sekolah Sentra Pendidikan Timika diketahui menampung ratusan siswa asli Papua, terutama dari Suku Amungme dan Kamoro, serta beberapa suku kekerabatan Papua lainnya. Sekolah tersebut dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Mimika pada awal tahun 2000-an, saat kepemimpinan Bupati Klemen Tinal (almarhum).

Sekolah ini memiliki dua jenjang pendidikan, yaitu SMP dan SMA, dengan sistem asrama wajib bagi seluruh siswa. Para siswa tinggal di asrama secara gratis tanpa dipungut biaya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+